BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Selatan NTT 13–16 September 2026
BMKG memprakirakan gelombang tinggi 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur pada 13–16 September 2026. Operator kapal wisata, nelayan, dan wisatawan diminta memantau prakiraan maritim sebelum berlayar.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang laut tinggi hingga sekitar 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia, termasuk Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, pada Minggu, 13 September 2026 hingga 16 September 2026.
Peringatan ini penting bagi operator kapal wisata, nelayan, dan wisatawan yang merencanakan perjalanan laut ke kawasan Flores dan pesisir NTT lainnya.
NTT Disway melaporkan, pada 13 September 2026 BMKG memprakirakan cuaca daratan di Nusa Tenggara Timur umumnya cerah hingga berawan, sementara tiga wilayah perairan di provinsi ini berpotensi mengalami gelombang tinggi dengan kisaran 2,5–4 meter.
Menurut media itu, pola angin di wilayah NTT pada hari yang sama bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 4–25 knot sehingga berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di beberapa perairan.
Samudra Hindia selatan NTT dalam daftar gelombang tinggi
Pos-Kupang.com merangkum peringatan dini gelombang tinggi dari BMKG untuk periode Minggu, 13 September 2026 hingga Rabu, 16 September 2026.
Dalam ringkasan nasional tersebut, gelombang setinggi 2,5–4 meter diprakirakan berpeluang terjadi di sejumlah perairan Samudra Hindia, termasuk Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
Daftar itu menjadi acuan bagi pelayaran menuju destinasi wisata bahari di kawasan selatan NTT.
Kondisi cuaca yang cerah di daratan tidak otomatis menandakan perjalanan laut aman, karena tinggi gelombang dipengaruhi oleh kecepatan angin dan karakteristik perairan terbuka.
Angin dan wilayah yang perlu waspada
Menurut prakiraan yang dikutip NTT Disway, kecepatan angin di NTT mencapai hingga 25 knot dengan arah dominan timur laut hingga tenggara.
Pos-Kupang.com menyebut peringatan nasional BMKG pada periode 13–16 September 2026 mencakup puluhan perairan Indonesia dengan kategori gelombang tinggi 2,5–4 meter serta lebih dari seratus perairan dengan gelombang sedang sekitar 1,25–2,5 meter.
Untuk wilayah NTT, laporan media menempatkan pesisir selatan yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sebagai kawasan yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi laut.
Dampak bagi kapal wisata dan nelayan
Masyarakat yang hendak melaut disarankan memeriksa informasi cuaca maritim terbaru sebelum berangkat.
Nahkoda dan pemilik kapal perlu mempertimbangkan tinggi gelombang dan kecepatan angin sesuai rute yang dilalui, terutama jika melintasi perairan terbuka di selatan NTT.
Bagi operator kapal wisata dan wisatawan, keputusan berlayar ke kawasan bahari di Flores dan pulau-pulau lain di NTT sebaiknya didasarkan pada pembaruan prakiraan BMKG pada hari keberangkatan, karena pola angin dan ketinggian gelombang dapat berubah dalam beberapa jam.
Dalam situasi gelombang tinggi, kapal berukuran kecil dan perahu nelayan berisiko lebih besar terhadap oleng, kebocoran, atau kesulitan bernavigasi, sehingga jadwal perjalanan dan lokasi aktivitas wisata di laut perlu disesuaikan dengan perkembangan cuaca.
Imbauan untuk memantau informasi resmi
BMKG menyediakan prakiraan cuaca maritim harian dan peringatan gelombang tinggi melalui kanal resmi daring dan aplikasi.
Warga, termasuk pelaku wisata bahari di Labuan Bajo dan wilayah lain di NTT, dianjurkan memantau informasi tersebut serta berkomunikasi dengan otoritas pelabuhan sebelum memutuskan berlayar.
Koordinasi dengan syahbandar dan petugas pelabuhan setempat penting untuk memastikan kapal memenuhi persyaratan keselamatan dan mengetahui batasan operasional terkait kondisi gelombang dan angin.
Sumber
Berita berikutnya

OPW Bersihkan Jalur Alternatif Gang Pengadilan–Wae Mata
Organisasi Pemuda Wae Mata (OPW) menggelar kerja bakti membersihkan jalur alternatif yang menghubungkan Gang Pengadilan dan Wae Mata di Desa Gorontalo…
Baca juga




