BMKG Imbau Warga Pesisir NTT Evakuasi Mandiri Saat Gempa Kuat
BMKG mengimbau masyarakat pesisir Nusa Tenggara Timur segera melakukan evakuasi mandiri ketika merasakan gempa kuat atau guncangan lama di wilayah pantai.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Nusa Tenggara Timur — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur untuk segera melakukan evakuasi mandiri ketika merasakan gempa kuat atau guncangan yang berlangsung lama di wilayah pantai.
Imbauan ini disampaikan BMKG setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Laut Flores pada 15 Agustus 2026 dan memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah pesisir utara NTT, termasuk Flores bagian utara. Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang, Arief Tyastama, guncangan gempa yang kuat atau berlangsung lama di kawasan pantai merupakan natural early warning atau peringatan dini alam yang harus segera direspon dengan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
Arief menegaskan, warga pesisir tidak perlu menunggu rilis resmi atau instruksi pemerintah ketika merasakan gempa dengan karakter tersebut. Ia mengingatkan agar masyarakat segera lari menjauh dari pantai menuju perbukitan atau lokasi dengan ketinggian memadai untuk mengurangi risiko terdampak tsunami.
Belajar dari Gempa Flores
BMKG menyebutkan, pembelajaran dari gempa Flores M 7,7 pada Agustus 2026 menunjukkan bahwa tsunami dapat tiba dengan cepat di pesisir utara NTT setelah gempa terjadi. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Rahmat, menjelaskan bahwa sebaik-baiknya sistem peringatan dini tetap bergantung pada kesadaran masyarakat untuk merespons potensi tsunami melalui evakuasi mandiri.
Hasil survei BMKG pascagempa Flores menemukan jejak tsunami di sepanjang pantai utara Flores, sehingga wilayah ini dikategorikan sebagai kawasan rawan tsunami yang memerlukan peningkatan kesiapsiagaan. Menurut Rahmat, penting untuk membangun budaya evakuasi mandiri di kalangan warga pesisir utara NTT, termasuk Flores bagian barat, agar tidak hanya mengandalkan informasi teknis peringatan dini.
Tanda-Tanda Alam dan Langkah Warga
BMKG meminta masyarakat pesisir mengenali sejumlah tanda alam yang dapat mengindikasikan potensi tsunami, selain guncangan gempa kuat atau lama. Tanda tersebut antara lain air laut surut secara tidak biasa dan muncul suara gemuruh dari arah laut. Jika tanda-tanda ini muncul, warga diimbau segera menjauhi pantai dan bergerak ke lokasi yang lebih tinggi tanpa menunggu informasi tambahan.
Setelah mencapai lokasi aman, masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah sebelum memutuskan kembali ke kawasan pesisir. BMKG mengingatkan agar warga tidak turun lagi ke pantai setelah gelombang pertama, karena gelombang berikutnya dapat menyusul dengan tinggi yang berbeda.
Kesiapsiagaan di NTT
Selain imbauan evakuasi mandiri, BMKG mendorong warga di wilayah terdampak gempa Flores untuk menata langkah kesiapsiagaan dalam beberapa minggu setelah kejadian. Arief Tyastama menguraikan empat langkah utama, yakni memeriksa kelayakan bangunan yang rusak, menyepakati jalur keluar darurat dan titik kumpul keluarga, menyiapkan tas siaga bencana, serta menyaring informasi dan hanya mengacu pada sumber resmi.
BMKG juga meminta masyarakat di pesisir NTT, terutama di kawasan utara Flores, tetap waspada selama fase peluruhan gempa susulan, mengingat potensi guncangan masih dapat terjadi meski intensitasnya menurun. Kewaspadaan ini disertai dorongan untuk menjadikan evakuasi mandiri sebagai refleks utama ketika merasakan gempa kuat di wilayah pantai.
Sumber
- RRI Ende - Belajar dari Gempa Flores, BMKG Minta Warga Pesisir Evakuasi Mandiri
- Okezone News - BMKG: Tsunami di Pesisir Utara Flores Bisa Datang Sangat Cepat
- CNBC Indonesia - BMKG Ingatkan NTT Waspada, Warga Pesisir Diminta Belajar Evakuasi
- TribunFlores - BMKG Ungkap Gempa Susulan Pascagempa Bumi Flores M7,7 Masuk Fase Peluruhan Signifikan
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
BMKG Peringatkan Angin Kencang 20–21 September, NTT Masuk Daftar Waspada
BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang pada 20–21 September 2026 di sejumlah provinsi.
Terbaru di Manggarai Barat
Baca juga


