BMKG Tegaskan Gempa Flores Tak Jadi Indikator Aktivasi Megathrust
BMKG menegaskan gempa Flores tidak bisa dipakai sebagai indikator aktivasi zona Megathrust. Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan kabar yang beredar setelah rangkaian gempa di Flores dan sekitarnya.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Flores, Nusa Tenggara Timur — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menegaskan rangkaian gempa di Flores tidak bisa dijadikan indikator bahwa zona Megathrust akan aktif. Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan kabar yang mengaitkan gempa Flores dengan ancaman Megathrust dalam waktu dekat.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang Arief Tyastama mengatakan kepada RRI pada 17 September 2026 bahwa gempa Flores dan zona Megathrust berasal dari sumber tektonik yang berbeda. Menurut dia, satu gempa besar pada satu sumber tidak dapat menjadi alarm bahwa sumber gempa lain di zona berbeda akan ikut aktif.
Arief menyebut informasi yang menarasikan gempa Flores dapat memicu Megathrust dalam kurun waktu tertentu tidak memiliki dasar ilmiah. Dalam penjelasannya, BMKG menempatkan gempa-gempa yang terjadi di Flores sebagai bagian dari aktivitas tektonik di zona Flores Back-Arc Thrust, bukan Megathrust.
BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa gempa Flores M7,7 pada 15 Agustus 2026 bersumber dari aktivitas tektonik di zona Sesar Naik Belakang Busur Flores. Dalam siaran pers 15 September 2026, BMKG menyebut aktivitas gempa susulan pascagempa utama itu sudah memasuki fase peluruhan secara signifikan.
Dalam pemutakhiran yang dikutip BMKG, lembaga itu mencatat ribuan gempa susulan dengan magnitudo terbesar M6,2 hingga pertengahan September 2026. BMKG juga menyampaikan bahwa gempa dangkal di wilayah itu dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik.
Pernyataan BMKG itu penting karena publik di Flores dan wilayah sekitarnya sempat dihadapkan pada kabar yang mengaitkan gempa-gempa tersebut dengan aktivasi zona Megathrust. BMKG menegaskan, menurut penjelasan ilmiahnya, dua sumber gempa itu berbeda sehingga satu kejadian tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan aktivasi sumber gempa lain.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Flores Raya
Gempa M5,1 Lamba Leda Dirasakan hingga Labuan Bajo, Tanpa Potensi Tsunami
Gempa bumi tektonik magnitudo 5,1 pada kedalaman 10 km mengguncang Lamba Leda, Manggarai Timur, Senin pagi 21 September 2026.
Terbaru di Manggarai Barat

