Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

BI Gelar Bootcamp UMKM Pariwisata untuk Wae Lolos dan Golo Loni

Bank Indonesia Perwakilan NTT menyelenggarakan Bootcamp UMKM Sektor Pariwisata sebagai bagian dari penguatan kapasitas pelaku usaha dan pengelola desa wisata di NTT, termasuk Wae Lolos dan Golo Loni.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan program Bootcamp UMKM Sektor Pariwisata sebagai bagian dari penguatan kapasitas pelaku usaha dan pengelola desa wisata di NTT, termasuk Desa Wisata Wae Lolos di Kabupaten Manggarai Barat dan Desa Wisata Golo Loni di Kabupaten Manggarai Timur.

Informasi mengenai keterlibatan Desa Wisata Wae Lolos dan Desa Wisata Golo Loni dalam program pengembangan pariwisata Bank Indonesia antara lain termuat dalam laporan media lokal dan publikasi resmi desa wisata. Menurut portal resmi Desa Wisata Wae Lolos, Pokdarwis Cunca Plias dan Pokdarwis Desa Wisata Golo Loni berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan intensif bertajuk Bootcamp UMKM Sektor Pariwisata yang difasilitasi Bank Indonesia selama dua hari pada 16–17 Oktober 2025 di Wae Lolos.

Portal tersebut menjelaskan bahwa bootcamp mengusung tema “Empowering Local Tourism Heroes: Transformasi Digital dan Inovasi untuk Pariwisata NTT yang Berdaya Saing”. Kegiatan berfokus pada pemberdayaan pelaku UMKM dan Pokdarwis agar mampu mengelola potensi wisata daerah secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan, serta memperluas jangkauan pasar melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sinergi Pokdarwis Wae Lolos dan Golo Loni

Dalam laporan yang sama, Kelompok Sadar Wisata Desa Wisata Golo Loni melakukan kunjungan inspiratif ke Desa Wisata Wae Lolos sebagai bagian dari bootcamp. Anggota Pokdarwis Golo Loni berinteraksi langsung dengan Pokdarwis Wae Lolos, menyerap materi mengenai strategi pemasaran digital, manajemen destinasi terintegrasi, inovasi produk dan jasa pariwisata berbasis kearifan lokal, serta peningkatan kompetensi layanan atau hospitality.

Media lokal lain sebelumnya mencatat bahwa Bank Indonesia Perwakilan NTT secara konsisten mendampingi Desa Wisata Wae Lolos melalui Pokdarwis Cunca Plias, antara lain lewat bantuan sarana prasarana dan dukungan pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Desa Wisata Wae Lolos juga tercatat memperoleh penghargaan sebagai desa wisata terbaik binaan Bank Indonesia se-NTT dalam kegiatan kapasitas UMKM pada November 2025.

Bootcamp UMKM Pariwisata 2026

Pada 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT kembali menyelenggarakan Bootcamp UMKM Sektor Pariwisata 2026 di Kupang. Menurut laporan media regional, kegiatan pada 25–26 Mei 2026 itu berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT dan diikuti 30 UMKM, terdiri dari pelaku usaha desa wisata dan UMKM pendukung sektor pariwisata seperti kuliner, wastra, dan kriya.

Bootcamp 2026 mengangkat tema “Jelajah Flobamorata untuk Membangun Nusantara”. Materi pelatihan mencakup kebijakan pembangunan pariwisata NTT, pengembangan destinasi dan promosi, green tourism and hospitality, penyusunan Business Model Canvas, bahasa Inggris untuk pariwisata, serta akses pembiayaan UMKM. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperkuat daya saing UMKM dan pelaku pariwisata di NTT.

Konteks pengembangan Desa Wisata Wae Lolos

Desa Wisata Wae Lolos di Kecamatan Sano Nggoang dikenal sebagai destinasi alam dengan daya tarik utama deretan air terjun, hutan desa, dan lanskap pegunungan. Kelompok Sadar Wisata Cunca Plias menjadi penggerak utama pengelolaan paket wisata, promosi dan layanan bagi pengunjung.

Sejumlah laporan mencatat bahwa Bank Indonesia Perwakilan NTT mendukung pengembangan Desa Wisata Wae Lolos melalui pembangunan infrastruktur menuju lokasi air terjun serta inisiatif digitalisasi UMKM, antara lain penyediaan perangkat komputer dan sistem basis data informasi wisata. Pemerintah dan lembaga pendidikan vokasi turut mendampingi Pokdarwis Wae Lolos dalam penyusunan paket wisata desa, promosi, manajemen homestay, dan pengelolaan keuangan.

Dengan rangkaian program tersebut, Wae Lolos dan Golo Loni diposisikan sebagai contoh desa wisata berbasis komunitas yang dikembangkan melalui sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha lokal. Data rinci mengenai peserta, durasi dan hasil Bootcamp UMKM Sektor Pariwisata di Wae Lolos pada 2025 belum dirinci dalam laporan yang tersedia, namun kegiatan itu disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang penguatan kapasitas SDM dan UMKM pariwisata di NTT.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.