Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Bapanas: Bantuan Pangan Beras Tahap Pertama di NTT 837.612 Penerima

Badan Pangan Nasional menyatakan bantuan pangan beras tahap pertama di Nusa Tenggara Timur telah tersalurkan 100 persen kepada 837.612 penerima dengan total 16.752.240 kilogram.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan BajoBantuan pangan beras tahap pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah tersalurkan 100 persen kepada 837.612 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total volume 16.752.240 kilogram, menurut Badan Pangan Nasional dalam keterangan resmi terbaru.

Badan Pangan Nasional menyebut penyaluran bantuan pangan tersebut berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menjadi bagian dari program bantuan pangan nasional 2026.

Data resmi itu tidak merinci periode penyaluran tahap pertama maupun pembagian alokasi per kabupaten dan kota di NTT.

Rincian penyaluran di NTT dan Alor

Menurut laman publikasi Badan Pangan Nasional, penyaluran bantuan pangan tahap pertama di NTT telah terealisasi sepenuhnya kepada 837.612 PBP atau setara 16.752.240 kilogram beras.

Dalam keterangan yang sama, Bapanas mencatat penyaluran bantuan pangan beras di Kabupaten Alor hingga 31 Juli 2026 mencapai 746.000 kilogram.

Bapanas juga mencatat realisasi penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Alor selama Maret sampai Juli 2026 sebesar 764.070 kilogram.

Rincian penyaluran SPHP beras di Alor dilakukan melalui beberapa kanal: Rumah Pangan Kita (RPK) sebanyak 356.470 kilogram, pengecer di pasar rakyat 352.150 kilogram, dan Gerakan Pangan Murah (GPM) 55.450 kilogram, menurut pemberitaan media ekonomi nasional yang merujuk data Bapanas.

Jika penyaluran bantuan pangan beras dan SPHP digabungkan, total intervensi beras pemerintah untuk masyarakat Alor mencapai sekitar 1,5 juta kilogram.

Untuk periode Juli–September 2026, Alor memperoleh alokasi bantuan pangan bagi 37.338 PBP dengan total 30 kilogram beras per penerima untuk jatah tiga bulan, menurut pemberitaan media nasional yang mengutip penjelasan Bapanas.

Kondisi pasokan dan harga beras di Alor

Dalam publikasi yang sama, Bapanas menyebut intervensi beras diperlukan untuk menjaga akses masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah 3TP, yakni tertinggal, terdepan, terluar, dan pedalaman.

Seorang mahasiswa Universitas Diponegoro asal Alor, Adriano Padama, menyampaikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa kebutuhan beras masyarakat Alor diperkirakan sekitar 24.000 hingga 27.000 ton per tahun, sementara produksi lokal baru memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan tersebut, sebagaimana diberitakan salah satu portal berita nasional yang meliput pertemuan tersebut.

Dalam laporan yang sama, Adriano mengungkapkan harga beras di wilayah perkotaan Alor berkisar Rp13.000–Rp15.000 per kilogram, sedangkan di wilayah pedalaman mencapai Rp17.000–Rp18.000 per kilogram.

Ketika distribusi antarpulau terganggu oleh cuaca dan gangguan transportasi, harga beras di beberapa wilayah dapat naik hingga sekitar Rp25.000–Rp30.000 per kilogram.

Realisasi bantuan pangan nasional

Bapanas melaporkan bahwa hingga 31 Juli 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan secara nasional telah mencapai 662.867.840 kilogram beras dan 132.573.568 liter minyak goreng.

Realisasi tersebut setara sekitar 99,70 persen dari target penyaluran kepada 33,24 juta PBP.

Penyaluran bantuan pangan beras periode Juli–September 2026 direncanakan dalam skema satu kali penyaluran untuk alokasi tiga bulan, masing-masing 10 kilogram per bulan atau total 30 kilogram beras per penerima, menurut penjelasan Bapanas dalam berbagai keterangan resmi.

Konteks program bantuan pangan dan SPHP

Bantuan pangan beras berasal dari CBP yang dikelola pemerintah pusat dan disalurkan melalui Perum Bulog berdasarkan penugasan Bapanas.

Program SPHP merupakan intervensi berbeda yang berfokus pada stabilisasi pasokan dan harga pangan dengan menyalurkan beras melalui jaringan penjualan seperti RPK, pengecer pasar rakyat, dan Gerakan Pangan Murah.

Pada awal Agustus 2026, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Bulog mempercepat pengiriman beras SPHP dan bantuan pangan ke Alor agar penyaluran menjangkau seluruh wilayah di kabupaten kepulauan tersebut, sebagaimana diberitakan beberapa media nasional yang mengutip pernyataan resmi pemerintah.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.