Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

NTT Bukukan Surplus Dagang US$34,71 Juta per Juli 2026

BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat ekspor US$37,71 juta dan impor US$2,99 juta pada Januari–Juli 2026, sehingga neraca perdagangan NTT surplus US$34,71 juta. Timor Leste menjadi pasar utama ekspor daerah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat neraca perdagangan luar negeri NTT pada Januari–Juli 2026 mengalami surplus sebesar US$34,71 juta. Menurut laporan BPS yang dikutip sejumlah media, surplus itu berasal dari ekspor US$37,71 juta dan impor US$2,99 juta.

Nilai ekspor kumulatif Januari–Juli 2026 turun 10,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, sementara impor turun 49,91 persen secara tahunan. Informasi ini disampaikan BPS NTT melalui paparan statistik yang diberitakan antara lain oleh RRI Kupang dan Suara Merdeka NTT.

Pada Juli 2026 saja, ekspor NTT tercatat US$5,68 juta dan impor US$0,75 juta. Dengan komposisi tersebut, neraca perdagangan NTT pada bulan Juli 2026 membukukan surplus US$4,93 juta.

Struktur ekspor dan sektor penopang

Struktur ekspor NTT selama Januari–Juli 2026 masih didominasi komoditas nonmigas. BPS NTT mencatat ekspor nonmigas sebagai penyumbang utama dengan porsi mayoritas terhadap total ekspor daerah.

Dalam pemaparan sebelumnya untuk periode Januari–Juni 2026, BPS NTT menyebut ekspor daerah mencapai US$32,03 juta dengan impor US$2,25 juta. Surplus perdagangan semester I 2026 tercatat US$29,78 juta, dengan ekspor nonmigas berkontribusi hampir seluruh nilai ekspor.

BPS NTT juga menjelaskan bahwa sektor industri pengolahan menjadi penopang utama ekspor, diikuti pertanian dan pertambangan. Komposisi tersebut menunjukkan ekspor NTT bersumber terutama dari barang hasil industri pengolahan.

Perkembangan ekspor per negara tujuan

Dalam periode Januari–Juli 2026, Timor Leste menjadi pasar utama bagi ekspor NTT. BPS NTT mencatat sebagian besar nilai ekspor daerah mengalir ke negara tersebut, dengan kontribusi terbesar dibandingkan negara tujuan lainnya.

Selain Timor Leste, ekspor NTT juga mengarah ke sejumlah negara lain, antara lain Turki dan Jepang. Namun nilai ekspor ke negara-negara tersebut jauh lebih kecil dibanding Timor Leste sehingga pangsa pasarnya tidak sebesar negara tetangga tersebut.

Perbandingan dengan semester I 2026

Data semester I 2026 yang dirilis BPS menjadi dasar pembanding sebelum angka kumulatif Januari–Juli diumumkan. Pada Januari–Juni 2026, ekspor NTT turun dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi surplus perdagangan tetap terjaga karena penurunan impor yang lebih dalam.

Pemaparan BPS NTT yang dikutip media lokal menunjukkan bahwa pada semester I 2026 sektor nonmigas menyumbang hampir seluruh ekspor, dengan dominasi industri pengolahan. Pola ini berlanjut pada Juli 2026 sehingga secara kumulatif Januari–Juli 2026 surplus perdagangan tetap besar meski nilai ekspor menurun.

Rangkaian data tersebut menempatkan NTT sebagai salah satu provinsi yang masih mencatat surplus neraca perdagangan pada 2026, dengan ketergantungan kuat pada pasar Timor Leste dan komoditas hasil industri pengolahan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.