Bandara Komodo Tetap Beroperasi dengan Pembatasan Pasca Gempa 7,7
Bandara Komodo di Labuan Bajo tetap melayani penerbangan setelah gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, dengan pembatasan di area yang terdampak demi menjaga keselamatan operasional.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Labuan Bajo — Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tetap melayani penerbangan dengan sejumlah pembatasan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut keterangan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Ceppy Triono, bandara tetap melaksanakan operasional penerbangan dengan pembatasan pada area tertentu demi menjaga keselamatan penerbangan.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 04.58 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa itu sebagai gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back-Arc Thrust).
Menurut Kementerian Perhubungan dan laporan sejumlah media, gempa tersebut merusak fasilitas transportasi di NTT, termasuk Bandara Komodo. Di bandara ini, kerusakan terjadi pada Gedung PKP-PK, terminal sisi darat, dan gedung administrasi, serta kerusakan minor pada fasilitas sisi udara di fillet Taxiway A.
Operasi Bandara Komodo Pasca Gempa
Ceppy Triono menjelaskan bahwa landas pacu (runway) dan apron dalam kondisi baik dan tetap dapat digunakan untuk mendukung operasional penerbangan. Retakan ditemukan pada salah satu bagian taxiway sehingga penggunaannya dibatasi sambil menunggu pemeriksaan teknis lebih lanjut.
Kementerian Perhubungan menyebut Bandara Komodo masih beroperasi dengan pembatasan. Pembatasan dilakukan pada area yang terdampak kerusakan, sementara bagian yang dinyatakan aman tetap digunakan untuk pelayanan penerbangan.
Laporan media menunjukkan aktivitas penumpang di Bandara Komodo tetap berlangsung setelah gempa, dengan penumpang terlihat tiba dan menaiki pesawat. Hal ini sejalan dengan pernyataan pengelola yang menegaskan tidak ada penghentian total operasional, melainkan penyesuaian terbatas pada area tertentu.
Dampak Gempa 7,7 di NTT
BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB pada hari yang sama setelah memantau kenaikan gelombang tsunami di sejumlah titik di NTT dan wilayah sekitarnya. Lembaga ini mencatat ribuan gempa susulan dalam pekan-pekan setelah peristiwa utama.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan berbagai laporan media mencatat korban jiwa serta kerusakan infrastruktur akibat gempa dan tsunami di NTT. Di sektor transportasi, Kementerian Perhubungan melaporkan kerusakan di beberapa pelabuhan dan bandara di Flores, termasuk di Labuan Bajo.
Dalam konteks tersebut, keputusan untuk mempertahankan operasional Bandara Komodo dengan pembatasan menunjukkan upaya menjaga konektivitas wilayah sekaligus menerapkan langkah keselamatan tambahan di fasilitas yang terdampak.
Sumber
- BMKG – Siaran Pers Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pasca-Gempa M7,7 NTT
- Kementerian Perhubungan – Laporan Operasional Bandara Komodo Pasca Gempa M7,7
- RMOL – Menhub Ungkap Dampak Gempa NTT, Pelabuhan hingga Bandara Alami Kerusakan
- AFU – Gempa NTT Rusak 5 Bandara dan 3 Pelabuhan, Ini Rinciannya
- CNN Indonesia – Bandara Komodo Tetap Beroperasi Terbatas, Taxiway Retak Pascagempa NTT
- CNBC Indonesia – 2.119 Gempa Susulan Hantam NTT, Cek Peringatan Terbaru BMKG
- detik.com – Taxiway Bandara Komodo Retak Usai Gempa M 7,7, Penerbangan Tetap Jalan
- Kumparan
Berita berikutnya

Bandara Komodo Jadi Titik Mobilisasi Bantuan Pascagempa di Flores
Bandara Komodo, Labuan Bajo, menjadi titik kedatangan pesawat TNI AU yang membawa rombongan pemerintah pusat pada 16 Agustus 2026. Pemerintah menyiapk…
Baca juga


