PMI Rujuk 23 Warga Dampek Korban Gempa ke RSUD Labuan Bajo
PMI dilaporkan merujuk 23 warga Desa Dampek, Manggarai Barat, yang terluka akibat gempa magnitudo 6,2 ke RSUD Labuan Bajo untuk pemeriksaan dan perawatan lanjutan, dengan triase di desa dan koordinasi dengan BPBD serta dinas kesehatan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Palang Merah Indonesia (PMI) membantu merujuk 23 warga Desa Dampek, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang mengalami luka akibat gempa bumi ke RSUD Labuan Bajo untuk penanganan lanjutan.
Menurut laporan Setapak Langkah yang terbit 19 Agustus 2026, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Manggarai Barat pada 15 Agustus 2026 dan menyebabkan kerusakan struktural pada sejumlah rumah dan fasilitas publik serta melukai puluhan warga.
Proses pemeriksaan dan rujukan
Setapak Langkah melaporkan, tim medis PMI melakukan penilaian awal di Desa Dampek sebelum menentukan warga yang membutuhkan rujukan.
Pemeriksaan mencakup triase, yakni pengelompokan korban berdasarkan tingkat keparahan luka. Dari hasil pemeriksaan, terdapat 23 warga dengan luka ringan hingga sedang yang dinilai perlu pemeriksaan dan perawatan lanjutan.
Setapak Langkah menulis, sebagian korban membutuhkan pemeriksaan radiologi dan perawatan luka bakar. PMI mengatur proses evakuasi menggunakan ambulans yang dilengkapi perlengkapan stabilisasi, oksigen, obat-obatan dasar, serta tenaga medis.
Proses rujukan berlangsung melalui tiga tahapan yang dijelaskan dalam laporan tersebut: identifikasi dan triase korban di lapangan, pengangkutan menggunakan ambulans, serta serah terima pasien di RSUD Labuan Bajo dengan penyampaian informasi kondisi masing-masing pasien kepada tim medis rumah sakit.
Data utama yang tercantum dalam laporan Setapak Langkah antara lain:
- Jumlah warga dirujuk: 23 orang.
- Lokasi asal: Desa Dampek, Manggarai Barat.
- Tujuan rujukan: RSUD Labuan Bajo.
- Kondisi korban: luka ringan hingga sedang.
- Kebutuhan medis: sebagian membutuhkan pemeriksaan radiologi dan perawatan luka bakar.
Laporan tersebut menyebut koordinasi PMI dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT dan dinas kesehatan setempat, termasuk dukungan logistik berupa kantong pertolongan pertama, selimut, dan makanan ringan bagi warga yang menunggu penanganan.
Akses menuju Labuan Bajo dan dukungan lanjutan
Setapak Langkah juga melaporkan adanya gangguan akses jalan menuju Labuan Bajo akibat longsor kecil, yang ditangani melalui kerja sama PMI dengan satuan tugas TNI Angkatan Darat untuk menyiapkan jalur alternatif menggunakan kendaraan berkemampuan medan berat.
Selain penanganan medis darurat, PMI disebut menyiapkan pemantauan kondisi korban setelah perawatan serta layanan dukungan psikososial bagi warga yang mengalami trauma akibat gempa.
Laporan itu menyebut langkah lanjutan meliputi penilaian kerusakan rumah dan rencana bantuan material bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Belum ada keterangan dalam laporan tersebut mengenai jumlah rumah yang rusak maupun kondisi terakhir 23 warga setelah mendapat perawatan.
Konteks gempa dan penanganan di Flores
BMKG mencatat gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,2 pada 15 Agustus 2026 dengan pusat gempa di laut, sekitar 58 kilometer timur laut Manggarai Barat, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun terasa kuat di sejumlah wilayah Flores bagian barat.
Dalam siaran pers terpisah, BMKG melaporkan rangkaian gempa di Nusa Tenggara Timur menyebabkan korban jiwa dan luka-luka serta kerusakan di beberapa kabupaten, termasuk Manggarai Barat. Sejumlah laporan media nasional menyebut PMI mengerahkan layanan klinik keliling dan rujukan pasien ke fasilitas kesehatan di Labuan Bajo sebagai bagian dari penanganan korban gempa di Flores.
Dalam laporan RRI dan media lainnya, PMI dijelaskan mengoperasikan layanan kesehatan darurat, mobile clinic, serta pengiriman logistik bagi warga terdampak gempa NTT, dengan Labuan Bajo menjadi salah satu titik konsolidasi layanan dan gudang lapangan.
Penjelasan tersebut sejalan dengan laporan Setapak Langkah yang menggambarkan Labuan Bajo sebagai tujuan rujukan bagi warga dari wilayah Manggarai Barat ketika fasilitas kesehatan setempat membutuhkan dukungan layanan lanjutan.
Sumber
- Setapak Langkah
- BMKG – Gempa Bumi M6,2 – 58 km TimurLaut Manggarai Barat NTT
- RRI.co.id – PMI Mulai Alihkan Penanganan Gempa NTT ke Fase Pemulihan
- Liputan6 – Malam Menyelimuti Pengungsian, PMI Beri Layanan Kesehatan Korban Gempa NTT
- PMI DKI Jakarta – PMI Lakukan Percepatan Pengiriman Logistik Korban Gempa NTT Menggunakan Pesawat
Berita berikutnya
PMI Ende Layani Sembilan Kecamatan Pascagempa Flores
PMI Kabupaten Ende melaporkan layanan kesehatan, dukungan psikososial, hunian sementara, dan distribusi bantuan di sembilan kecamatan selama masa tang…
Baca juga



