Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

13 Pemandu Labuan Bajo Ikuti Pelatihan BHD dan P3K di RSUD Komodo

Sebanyak 13 pemandu wisata Labuan Bajo mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di RSUD Komodo.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Sebanyak 13 pemandu wisata Labuan Bajo mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di RSUD Komodo Labuan Bajo pada Selasa, 13 September, dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang diinisiasi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) bersama RSUD Komodo dan Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat budaya keselamatan dalam aktivitas pariwisata Labuan Bajo melalui peningkatan keterampilan pemandu dalam menangani keadaan darurat sebelum wisatawan mendapatkan pertolongan dari fasilitas kesehatan.

Menurut laporan FIK UI, pemandu wisata berada pada posisi penting ketika wisatawan mengalami kondisi gawat darurat selama perjalanan karena mereka berpotensi menjadi pihak pertama yang menemukan dan merespons situasi tersebut.

Pemandu sebagai lini awal keselamatan

Tim pengabdian masyarakat FIK UI terlebih dahulu melakukan observasi ke sejumlah lokasi wisata di Labuan Bajo dengan berpura-pura sebagai wisatawan untuk mengidentifikasi potensi risiko yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan selama perjalanan.

Laporan tersebut menyebutkan, salah satu tantangan yang dihadapi pemandu adalah wisatawan yang tetap memaksakan diri mengikuti perjalanan meski kondisi kesehatannya kurang mendukung, sehingga pemandu perlu menjalin kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui upaya skrining sebelum perjalanan.

Skrining yang diuraikan dalam laporan mencakup penelusuran riwayat kesehatan, pengamatan terhadap respons nonverbal, serta pemberian edukasi kepada pemandu mengenai pentingnya komunikasi dan kewaspadaan terhadap tanda-tanda masalah kesehatan wisatawan.

Program ini didesain sebagai inisiasi penguatan safety culture di Labuan Bajo, dengan rencana identifikasi keterampilan tambahan yang dibutuhkan pemandu wisata melalui diskusi dengan Dinas Pariwisata dan organisasi pemandu.

Rincian kegiatan

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi mengenai BHD dan P3K, kemudian mengikuti simulasi menggunakan alat peraga serta praktik penanganan kasus kegawatdaruratan yang mungkin terjadi saat mendampingi wisatawan.

  • Jumlah peserta pelatihan: 13 pemandu wisata Labuan Bajo.
  • Materi utama: Bantuan Hidup Dasar dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan.
  • Lokasi pelatihan: RSUD Komodo Labuan Bajo.
  • Penyelenggara dan mitra: FIK UI, alumni FIK UI, RSUD Komodo, dan Dinas Pariwisata Manggarai Barat.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang berfokus pada keselamatan wisatawan dan kesehatan kerja di destinasi wisata Labuan Bajo.

Harapan keberlanjutan dari peserta

Ketua tim pengabdian masyarakat FIK UI, Ns. Shanti Farida Rachmi, menyatakan bahwa para pemandu menyambut baik pelatihan tersebut karena keterampilan menangani kegawatdaruratan dan P3K dipandang relevan dengan risiko yang mereka hadapi dalam pekerjaan sehari-hari.

Setelah pelatihan, tim pengabdian dan peserta membentuk kelompok komunikasi untuk berbagi informasi dan berdiskusi mengenai penanganan masalah kesehatan serta keselamatan wisatawan, sekaligus menjadi kanal umpan balik bagi perencanaan kegiatan lanjutan.

Dalam profil program pengabdian masyarakat Universitas Indonesia, kegiatan ini disebut sebagai langkah awal yang diharapkan berlanjut dengan penguatan kompetensi lain bagi pemandu wisata melalui kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi, Dinas Pariwisata, dan organisasi pemandu.

Konteks keselamatan wisata Labuan Bajo

Labuan Bajo merupakan destinasi wisata yang menawarkan aktivitas darat dan laut, termasuk perjalanan ke pulau, pantai, kawasan selam, dan lokasi snorkeling, yang sarat potensi risiko bagi wisatawan.

Dalam sejumlah kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Indonesia di Labuan Bajo, aspek keselamatan dan kesehatan kerja di sektor pariwisata disebut sebagai kebutuhan penting, baik bagi wisatawan maupun pelaku usaha wisata, sehingga pelatihan BHD dan P3K bagi pemandu dipercaya dapat mendukung peningkatan standar keselamatan di destinasi tersebut.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.