Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

WWF dan Pasar Modal Dukung Konservasi dan Wisata Berkelanjutan Labuan Bajo

Yayasan WWF Indonesia dan Pasar Modal Indonesia menjalankan program penguatan pariwisata bahari berkelanjutan di Labuan Bajo.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Yayasan WWF Indonesia dan Pasar Modal Indonesia menjalankan program penguatan pariwisata bahari berkelanjutan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Menurut WWF Indonesia, kerja sama ini mencakup pengelolaan kawasan, penguatan mata pencaharian masyarakat, rehabilitasi mangrove, pengurangan sampah plastik, dan edukasi investasi pasar modal yang mendukung konservasi.

Program ini bertujuan menghubungkan kebutuhan konservasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat dan industri pariwisata di Labuan Bajo. Pasar Modal Indonesia memberikan dukungan melalui pendanaan kegiatan sosial dan lingkungan hidup serta sosialisasi keuangan berkelanjutan.

Ruang lingkup kerja sama

WWF Indonesia menjelaskan bahwa penguatan pengelolaan kawasan menjadi salah satu fokus utama program. Pendekatan yang digunakan bersifat holistik dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial, termasuk perbaikan tata kelola pariwisata berdasarkan standar Global Sustainable Tourism Council (GSTC) untuk melindungi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.

Penguatan mata pencaharian masyarakat dilakukan melalui pendampingan nelayan untuk meningkatkan kapasitas dan nilai ekonomi hasil tangkapan. Dalam kunjungan ke Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo, pada 3 Oktober 2023, Pasar Modal Indonesia dan WWF Indonesia meresmikan dan menyerahkan pusat informasi nelayan serta cool box kepada kelompok nelayan setempat.

Selain itu, kelompok sadar wisata di Dusun Rangko mendapat dukungan berupa dua buah kayak untuk pengembangan wisata, dan masyarakat menerima program desa percontohan pengelolaan sampah di Labuan Bajo. WWF Indonesia juga memfasilitasi pelatihan kepemanduan wisata bagi Pokdarwis di Dusun Rangko untuk mendukung pengelolaan wisata bahari.

Pengurangan sampah dan konservasi mangrove

Pengelolaan sampah plastik menjadi salah satu komponen program. Menurut laporan WWF Indonesia, Koperasi KSU Sampah Komodo di Labuan Bajo dikembangkan sebagai lokasi percontohan Tempat Pengelolaan Sampah 3R di Desa Batu Cermin. Pasar Modal Indonesia juga mendukung kegiatan beach clean up di Pantai Pede, di mana hampir 500 kilogram sampah plastik dikumpulkan dan kemudian dikelola sesuai mekanisme pengelolaan sampah berkelanjutan.

Pemulihan fungsi mangrove menjadi fokus lain kerja sama. WWF Indonesia mencatat pelaksanaan penanaman mangrove di Loh Gadok, Dusun Rangko, dengan dukungan Pasar Modal Indonesia dan pemangku kepentingan lokal. Kegiatan itu menanam 1.000 bibit mangrove dan melibatkan 93 peserta dari berbagai sektor. Dalam kunjungan ke Seraya Marannu, Pasar Modal Indonesia juga menyerahkan secara simbolis 2.000 bibit mangrove untuk mendukung rehabilitasi mangrove di Labuan Bajo.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama WWF Indonesia dan Pasar Modal Indonesia menggelar webinar bertema peran mangrove sebagai pelindung daratan dari gelombang. WWF menyebut pelestarian mangrove di Labuan Bajo sebagai salah satu program besar yang didukung pasar modal, melalui penanaman pohon mangrove dan edukasi kepada masyarakat lokal maupun wisatawan.

Pembiayaan dan edukasi pasar modal

Dokumen pasar modal menyatakan bahwa dukungan untuk penguatan wisata bahari berkelanjutan di Labuan Bajo merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial yang dijalankan oleh Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal Indonesia. Bantuan tersebut mencakup penanaman 2.000 bibit mangrove, penguatan sarana kelompok dampingan nelayan dan kelompok sadar wisata, perbaikan tata kelola sampah plastik di satu desa percontohan, serta peningkatan pemahaman investasi di pasar modal bagi masyarakat Labuan Bajo.

Dalam kegiatan di Labuan Bajo pada awal Oktober 2023, Direktur Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik secara simbolis menyerahkan bantuan pasar modal Indonesia senilai Rp1,3 miliar kepada Kepala Desa Seraya Marannu, Kelompok Sadar Wisata Dusun Rangko, dan perwakilan warga Waekelambu. WWF Indonesia mencatat bahwa nota kesepahaman antara IDClear dan WWF Indonesia terkait pendampingan teknis implementasi keuangan berkelanjutan telah ditandatangani sebelumnya.

WWF Indonesia menyebut kerja sama dengan Pasar Modal Indonesia di Labuan Bajo sebagai contoh kolaborasi untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam, sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan perekonomian lokal.

Konteks Labuan Bajo

Labuan Bajo dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata bahari super prioritas dengan kekayaan ekosistem laut dan pesisir. WWF Indonesia menempatkan pengelolaan pariwisata bahari, penghidupan masyarakat pesisir, pengurangan sampah plastik, dan perlindungan mangrove sebagai bagian penting agenda keberlanjutan di kawasan ini.

Melalui kerja sama ini, pendampingan masyarakat, konservasi ekosistem, tata kelola pariwisata, dan pengenalan pembiayaan berkelanjutan dijalankan secara terintegrasi. Pelibatan pemerintah daerah, kelompok nelayan, koperasi pengelola sampah, dan kelompok sadar wisata menunjukkan bahwa program diarahkan untuk memperkuat kapasitas lokal dalam menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan pariwisata Labuan Bajo.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.