BPOLBF dan BPS Manggarai Barat Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026 di Labuan Bajo
BPOLBF dan BPS Manggarai Barat menggelar sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 bagi pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo. Forum ini membahas penguatan basis data untuk kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Barat menggelar Bincang Kepariwisataan II sekaligus sosialisasi pengisian Sensus Ekonomi 2026 bagi pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo, Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Florata, kantor BPOLBF, dan digelar secara hibrida.
BPOLBF menyebut forum itu dihadiri pelaku usaha dari sejumlah hotel dan resor, termasuk The Jayakarta Suites Komodo, Sudamala Resort Komodo, Laprima Labuan Bajo, dan Parlezo Hotel. Dalam kegiatan itu, BPOLBF dan BPS membahas upaya memperkuat ekosistem pariwisata berbasis data agar kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung mengatakan kolaborasi dengan BPS diperlukan agar aktivitas usaha pariwisata, mulai dari perhotelan, perjalanan wisata, hingga kuliner, tercatat dengan akurat dalam Sensus Ekonomi 2026. Menurut dia, data yang lebih lengkap akan membantu pemerintah menyusun kebijakan dan strategi pengembangan pariwisata.
Mewakili Kepala BPS Kabupaten Manggarai Barat, Ketua Tim Sensus Ekonomi Abdul Rauf menjelaskan bahwa sensus ekonomi adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap 10 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997. Ia mengatakan sensus itu bertujuan menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi.
Dalam kegiatan yang sama, BPS memaparkan Tourism Outlook 2025 dan triwulan I 2026, termasuk indikator konektivitas di Nusa Tenggara Timur. BPOLBF menyebut forum itu juga menjadi ruang untuk memperbarui informasi perkembangan sektor pariwisata di Labuan Bajo Flores.
Data transportasi jadi konteks pendataan usaha
BPS memaparkan bahwa pergerakan transportasi laut di Nusa Tenggara Timur pada April 2026 meningkat. Jumlah penumpang angkutan laut naik 56,92 persen, sementara aktivitas pelayaran bertambah 31,91 persen.
BPS juga mencatat transportasi udara di NTT relatif stabil pada periode yang sama dengan kenaikan jumlah penerbangan sebesar 0,38 persen. Dalam konteks Labuan Bajo, Bandara Komodo dan Pelabuhan Labuan Bajo disebut sebagai simpul mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata.
Kolaborasi BPOLBF dan BPS Manggarai Barat ini menempatkan Sensus Ekonomi 2026 sebagai instrumen untuk memperbaiki basis data sektor pariwisata. Data tersebut diharapkan memberi gambaran yang lebih jelas tentang kapasitas dan kebutuhan pelaku usaha di kawasan Labuan Bajo Flores.
BPOLBF menegaskan pendataan yang baik diperlukan agar denyut usaha pariwisata dapat tercatat lebih rapi, termasuk di sektor akomodasi, jasa perjalanan, dan kuliner. BPS menyatakan pendataan ekonomi menjadi dasar penting untuk perencanaan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.
Sumber
Berita berikutnya

Kemendikdasmen: Manggarai Barat Punya 81 SMP, Komodo Terbanyak
Data Referensi Kemendikdasmen mencatat 81 SMP di Kabupaten Manggarai Barat yang tersebar di 12 kecamatan. Komodo memiliki 13 sekolah, terbanyak di ant…
Baca juga




