Kabar Labuan Bajo

Senin, 9 November 2026

Warga Cumbi di Warloka Berbagi Air dengan Kerbau

Warga Kampung Cumbi, Desa Warloka, memakai tampungan air hujan untuk mandi dan mencuci. Air minum serta kebutuhan memasak dibeli dari sumur bor, sementara rencana jaringan air masih terkendala anggaran.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dua tangki air plastik berwarna biru berdiri di dekat dinding jingga di area terbuka.
Ilustrasi: Dua tangki air plastik berwarna biru berdiri di dekat dinding jingga di area terbuka. · Foto: Liisbet Luup / Pexels

Labuan Bajo — Warga Kampung Cumbi, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, masih kesulitan memperoleh air bersih. Pada 7 November 2026, warga mengandalkan penampungan air hujan untuk mandi dan mencuci, sedangkan air untuk minum serta memasak dibeli dari tetangga yang memiliki sumur bor.

Air hujan yang ditampung dari atap rumah dialirkan ke drum berkapasitas 120 liter. Warga memanfaatkan hujan yang turun pada 1 dan 2 November untuk mengisi wadah tersebut. Air itu tidak digunakan untuk minum, tetapi membantu memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci.

Untuk kebutuhan konsumsi, air sumur bor dijual seharga Rp25 ribu per drum berkapasitas 120 liter. Selama bertahun-tahun, warga juga menimba air, mandi, dan mencuci di Kali Kerbok serta Kali Wae Galung. Di sekitar genangan dan sumur dangkal, kerbau ikut meminum air dan membuat kubangan.

Akses air Cumbi berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan air bersih masih dirasakan warga di wilayah sekitar Labuan Bajo. Bantuan air dari Palang Merah Indonesia dan Kepolisian Resor Manggarai Barat pernah disalurkan, tetapi belum menjangkau semua warga karena sebagian rumah berada jauh dari jalan.

Rencana penyediaan jaringan air bersih pernah disurvei. Pemerintah desa mengusulkan pembangunan reservoir yang terhubung dengan sumber air Wae Cumpe di Kampung Mbuhung, Desa Tiwu Nampar. Seorang warga juga telah menghibahkan lahan untuk pembangunan bak penampung.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyusun rencana anggaran untuk bak, pipa, dan meteran. Namun, pelaksanaannya masih terkendala anggaran. Sistem Penyediaan Air Minum Tiwu Nampar berkapasitas 150 kubik atau 150.000 liter per hari, tetapi perluasan layanan ke Cumbi belum dapat dipastikan.

Peluang pendanaan berikutnya bergantung pada pengusulan program dan ketersediaan Dana Alokasi Khusus. Pemerintah daerah menyebut belum ada kepastian pelaksanaan jaringan air bersih pada 2028.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.