Kabar Labuan Bajo

Senin, 9 November 2026

Mengapa Hujan dan Angin Flores Cepat Berubah pada Awal November

BMKG menjelaskan peluang hujan awal November dipengaruhi MJO, gelombang atmosfer, kelembapan, dan pertemuan angin. Prakiraan NTT menunjukkan hujan lokal serta angin yang berubah menurut wilayah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Hamparan sawah dan pepohonan tropis berlatar perbukitan yang diselimuti kabut dan langit mendung.
Ilustrasi: Hamparan sawah dan pepohonan tropis berlatar perbukitan yang diselimuti kabut dan langit mendung. · Foto: Keith Lobo / Pexels

Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada 3–10 November 2026, sementara wilayah lain masih panas dan memiliki curah hujan minim. Kondisi ini menjadi konteks perubahan cuaca yang perlu diperhatikan warga dan pelaku perjalanan di Flores pada awal November.

BMKG menyebut peluang hujan didukung aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG). Daerah perlambatan serta pertemuan angin juga mendukung pertumbuhan awan hujan.

Menurut BMKG, MJO diprakirakan memengaruhi sebagian wilayah Indonesia bagian barat dan selatan, sedangkan Gelombang Kelvin berpotensi aktif di Indonesia bagian timur. Kelembapan udara yang cukup tinggi, konvergensi angin, dan labilitas atmosfer dapat meningkatkan peluang hujan sedang hingga lebat yang secara lokal disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Prakiraan regional yang dikutip RRI menunjukkan cuaca Nusa Tenggara Timur pada awal November tidak seragam. Pada 3 November 2026, hujan ringan berpeluang turun di Bajawa, Borong, Ruteng, Waibakul, Tambolaka, dan Waikabubak, terutama siang hingga sore. Angin diprakirakan bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan 15 hingga 20 kilometer per jam.

Perubahan cuaca memengaruhi perjalanan di Flores

Bagi warga Labuan Bajo dan pelancong menuju kawasan pesisir maupun pedalaman Flores, perbedaan kondisi antardaerah berarti rencana perjalanan perlu mengikuti pembaruan prakiraan. Hujan lokal, petir, dan angin kencang dapat mengubah kenyamanan perjalanan darat serta aktivitas di ruang terbuka.

Wilayah dataran tinggi Manggarai dan Ngada juga dapat mengalami kondisi berbeda dari pesisir. Pada 6 November 2026, RRI melaporkan potensi hujan ringan di Ruteng pada pagi hari, kabut di sejumlah dataran tinggi pada dini hari, serta angin dari timur hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Pada 8 November 2026, prakiraan untuk Nusa Tenggara Timur kembali mencatat hujan ringan di lima wilayah. Untuk Manggarai, Ngada, dan sebagian dataran tinggi, suhu diprakirakan 16 hingga 28 derajat Celsius, dengan angin dari timur hingga selatan berkecepatan 20 hingga 30 kilometer per jam.

BMKG juga menyatakan bahwa pada periode 3–5 November 2026, cuaca Indonesia umumnya didominasi hujan ringan, dengan peningkatan hujan sedang di sejumlah provinsi. Karena kondisi Flores dapat berubah menurut lokasi dan waktu, pembaruan prakiraan harian tetap menjadi rujukan sebelum perjalanan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Flores Raya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.