Kabar Labuan Bajo

Kamis, 5 November 2026

Labuan Bajo Siapkan Gerakan Berbagi Pangan dari Hotel

Pemkab Manggarai Barat dan MSF berkoordinasi dengan pelaku hotel pada 3 November 2026 untuk menyiapkan GERBANG. MoU disusun sebelum program berjalan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan wadah prasmanan berbahan baja antikarat berisi aneka hidangan di atas meja panjang.
Ilustrasi: Deretan wadah prasmanan berbahan baja antikarat berisi aneka hidangan di atas meja panjang. · Foto: Zak Chapman / Pexels

Labuan Bajo — Pada 3 November 2026, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama Multi Stakeholder Forum (MSF) Transformasi Sistem Pangan melakukan koordinasi awal dengan pelaku usaha perhotelan untuk menyiapkan Gerakan Berbagi Pangan (GERBANG). Pertemuan berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Manggarai Barat.

GERBANG dirancang untuk menyelamatkan makanan berlebih dari sektor hotel, restoran, dan kafe yang masih layak konsumsi, lalu menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebelum program diterapkan, pemerintah daerah melalui MSF akan menyusun nota kesepahaman atau MoU dengan pihak hotel.

GERBANG membutuhkan tata kelola pangan yang aman

Data yang dipaparkan dalam koordinasi itu menunjukkan tantangan yang hendak dijawab program ini. Riset Baseline Sisa Pangan Labuan Bajo 2024 mencatat sekitar 13 ton makanan menjadi sisa pangan setiap hari di Labuan Bajo. Sekitar 1,3 ton di antaranya berasal dari hotel. Hasil penelitian WRI Indonesia melalui program Urban Futures juga menyebut sektor hotel, restoran, kafe, dan kapal menyumbang 58,9 persen dari total sisa makanan.

Bagi warga Labuan Bajo dan Kabupaten Manggarai Barat, skema ini berkaitan langsung dengan keamanan pangan dan ketepatan penyaluran bantuan. Makanan memiliki batas waktu konsumsi sehingga pengumpulan, pemeriksaan, penyimpanan, dan distribusinya harus dirancang secara matang. Makanan yang kualitas atau keamanannya diragukan tidak boleh dibagikan.

Pelaksanaan GERBANG akan melibatkan sejumlah perangkat daerah sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Koordinasi pemerintah dan pelaku usaha diperlukan agar pangan yang diselamatkan tetap aman dikonsumsi serta benar-benar sampai kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Sosial & Kemanusiaan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.