Unpad Teliti Potensi Kawasan Transmigrasi Komodo–Sano Nggoang
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi, sosial, dan budaya di kawasan transmigrasi Komodo–Sano Nggoang, Manggarai Barat, sebagai bagian dari program nasional Transmigrasi Patriot…
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi, sosial, dan budaya di kawasan transmigrasi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari program nasional Transmigrasi Patriot Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menerima sekaligus melepas tim Unpad dalam sebuah pertemuan di ruang rapat bupati di Labuan Bajo.
Menurut laporan layanan informasi publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, tim yang terdiri atas dosen, alumni, dan mahasiswa Unpad itu akan melakukan riset mendalam selama sekitar empat bulan di tiga kawasan transmigrasi, yakni Macan Tanggar di Kecamatan Komodo, Desa Raba di Kecamatan Macang Pacar, dan Wae Bongko di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang.
Dalam kesempatan itu, Edistasius Endi menyatakan pemerintah kabupaten mendukung penuh kegiatan pemetaan dan riset tersebut dan berharap hasil kajian dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan investasi, hilirisasi, dan industrialisasi yang inklusif di kawasan transmigrasi.
Pemetaan potensi dan kendala kawasan transmigrasi
Infopublik melaporkan, fokus utama penelitian Tim Ekspedisi Patriot Unpad di Manggarai Barat adalah memetakan potensi ekonomi, sosial, dan budaya kawasan transmigrasi sebagai acuan pengembangan kawasan sebagai koridor ekonomi baru.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot Unpad, Taufik Ampera, menjelaskan bahwa riset dilakukan di 34 lokasi transmigrasi di Indonesia, dengan dua lokasi di Manggarai Barat.
Di tingkat nasional, Kementerian Transmigrasi menyebut Tim Ekspedisi Patriot sebagai bagian dari pilar program Transmigrasi Patriot yang mengirim talenta dari tujuh perguruan tinggi mitra ke 154 kawasan transmigrasi dari Aceh hingga Papua, untuk melakukan pemetaan potensi lokal, perencanaan investasi, serta desain ekosistem industrialisasi berbasis kawasan transmigrasi.
Kementerian Transmigrasi menjelaskan bahwa para peserta Tim Ekspedisi Patriot, termasuk dari Unpad, bertugas melakukan pemetaan potensi ekonomi, sumber daya alam, dan evaluasi infrastruktur serta menata organisasi ekonomi di kawasan transmigrasi, dengan masa kerja sekitar empat bulan hingga akhir 2025.
Transmigrasi Patriot dan peran perguruan tinggi
Menurut Kementerian Transmigrasi, program Transmigrasi Patriot menggandeng tujuh perguruan tinggi negeri besar, yaitu Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Program ini mengirim sekitar 2.000 peneliti dan mahasiswa ke 154 kawasan transmigrasi untuk melakukan riset lapangan selama empat bulan, dengan komposisi antara lain guru besar, doktor, lulusan sarjana, dan mahasiswa dari kampus mitra, serta berkolaborasi dengan 17 perguruan tinggi di daerah.
Di Komodo–Sano Nggoang, Tim Ekspedisi Patriot Unpad yang tergabung dalam program nasional ini melakukan pemetaan potensi ekonomi dan sosial kawasan transmigrasi, termasuk identifikasi sumber daya lokal dan kebutuhan penguatan kapasitas masyarakat.
Dalam sebuah kegiatan nasional, anggota Tim Ekspedisi Patriot Unpad yang bertugas di kawasan transmigrasi Komodo–Sano Nggoang memaparkan hasil awal penelitian lapangan mengenai potensi kawasan Sano Nggoang dan UPT Longge, termasuk peluang pengembangan pertanian serta kebutuhan pelatihan agar warga dapat mengakses kesempatan kerja di sektor pariwisata.
Paparan tersebut juga menyoroti potensi pengembangan komoditas perkebunan seperti kemiri dan kakao di UPT Longge sebagai salah satu basis pengembangan ekonomi kawasan.
Harapan pemerintah daerah
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menempatkan kerja Tim Ekspedisi Patriot Unpad sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Menurut Infopublik, Bupati Edistasius Endi mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah, dan masyarakat untuk menindaklanjuti hasil riset dan rekomendasi tim, agar pengembangan kawasan transmigrasi tidak berjalan terpisah dan dapat mendukung arah pembangunan kabupaten.
Kementerian Transmigrasi menyatakan akan memperkuat program Tim Ekspedisi Patriot untuk mendampingi masyarakat transmigrasi melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, dan pengembangan usaha lokal, termasuk penempatan peserta program untuk masa pendampingan yang lebih panjang di kawasan transmigrasi prioritas.
Sumber
Berita berikutnya

Setahun Kodim 1630 Manggarai Barat, Pemkab Soroti Kontribusi
Kodim 1630/Manggarai Barat memperingati HUT pertama pada 19 September 2026.
Baca juga




