Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Telkom Tanam 10.000 Mangrove di Golo Sepang Manggarai Barat

TelkomGroup menanam 10.000 bibit mangrove di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, sebagai bagian dari program keberlanjutan lingkungan di kawasan pesisir yang berdekatan dengan infrastruktur digital perusahaan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — PT Telkom Indonesia menanam 10.000 bibit mangrove di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari program keberlanjutan lingkungan perusahaan di wilayah pesisir.

Penanaman mangrove di Golo Sepang merupakan salah satu dari dua lokasi kegiatan TelkomGroup dengan total 20.000 bibit, bersama kawasan pesisir di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Menurut keterangan perusahaan, aksi ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem pesisir di sekitar infrastruktur digital TelkomGroup sekaligus mendukung pengembangan masyarakat melalui pendirian Rumah Edukasi Mangrove.

Di Golo Sepang, TelkomGroup menanam 10.000 bibit mangrove di kawasan yang dinilai memiliki nilai ekologis tinggi di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program tersebut dikemas sebagai wujud tanggung jawab lingkungan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan mendukung aktivitas ekonomi lokal yang bergantung pada kesehatan lingkungan pantai.

Fokus pada ekosistem pesisir

Dalam penjelasan resmi, Telkom menyebut penanaman mangrove sebagai bagian dari inisiatif keberlanjutan yang berfokus pada mitigasi perubahan iklim melalui pelestarian lingkungan pesisir. Mangrove dipilih karena mampu membantu mengurangi abrasi, menahan erosi, dan menyediakan habitat bagi beragam biota laut.

Program ini juga dikaitkan dengan penguatan kapasitas masyarakat melalui Rumah Edukasi Mangrove. Fasilitas itu dirancang menjadi pusat pembelajaran dan konservasi, sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat pesisir agar lebih terlibat dalam pengelolaan lingkungan di sekitar mereka.

Telkom menyatakan aksi di Golo Sepang sejalan dengan komitmen menerapkan prinsip keberlanjutan dalam operasional perusahaan. Penanaman mangrove di kawasan yang berdekatan dengan infrastruktur digital diharapkan menjaga fungsi ekologis pesisir dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan yang dapat memengaruhi masyarakat dan layanan telekomunikasi.

Rangkaian program lingkungan Telkom

Sebelum kegiatan di Manggarai Barat, Telkom telah melaksanakan beberapa program penanaman mangrove dan konservasi pesisir di berbagai daerah. Di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, perusahaan menanam 10.000 bibit mangrove jenis Avicennia marina di kawasan terdampak abrasi di Sigar Penjalin sebagai bagian dari upaya restorasi ekosistem pesisir.

Telkom juga menyelenggarakan program penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang di Pantai Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, dalam rangka peringatan Hari Bumi 2026. Program tersebut diposisikan sebagai langkah konkret perusahaan dalam mendukung adaptasi terhadap dampak perubahan iklim di kawasan pesisir.

Di Labuan Bajo, sejumlah inisiatif konservasi pesisir dilaksanakan oleh berbagai pihak dalam beberapa tahun terakhir. Yayasan WWF Indonesia, misalnya, melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di Loh Gadok, Dusun Rangko, bersama pemangku kepentingan dan masyarakat setempat pada September 2023 sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir dan mendukung pariwisata berbasis lingkungan.

Peran Manggarai Barat dalam agenda keberlanjutan

Kabupaten Manggarai Barat berkembang sebagai salah satu tujuan wisata utama di Nusa Tenggara Timur, dengan Labuan Bajo dan kawasan sekitarnya menjadi pintu gerbang ke Taman Nasional Komodo. Di wilayah ini, sejumlah program rehabilitasi pesisir seperti penanaman mangrove dan konservasi terumbu karang dilakukan untuk menjaga daya dukung lingkungan terhadap pariwisata.

Penanaman mangrove TelkomGroup di Golo Sepang menambah deretan kegiatan konservasi pesisir di Manggarai Barat yang melibatkan perusahaan, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah. Inisiatif tersebut memperlihatkan pergeseran fokus dari sekadar promosi destinasi wisata menuju penguatan fondasi ekologis kawasan pesisir.

Namun, detail teknis pemeliharaan bibit mangrove di Golo Sepang setelah penanaman, seperti luas lahan yang direstorasi, pola pemantauan, dan target tingkat hidup tanaman, belum dipaparkan secara rinci dalam keterangan yang tersedia. Informasi lanjutan mengenai aspek tersebut penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan lokal untuk menilai dampak jangka panjang program konservasi pesisir di Manggarai Barat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.