Stunting Manggarai Turun ke 16,5 Persen pada Agustus 2022
Pemkab Manggarai melaporkan prevalensi stunting turun dari 20,1 persen pada Februari 2022 menjadi 16,5 persen pada Agustus 2022, dengan penurunan didorong aksi konvergensi, pemantauan balita, dan intervensi gizi.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, melaporkan prevalensi stunting turun dari 20,1 persen pada Februari 2022 menjadi 16,5 persen pada Agustus 2022. Data Dinas Kesehatan setempat menyebut jumlah balita stunting berkurang dari 5.320 menjadi 4.373 anak.
Penurunan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Bartolomeus Hermopan dalam laporan yang dikutip oleh media lokal dan dalam laman resmi pemerintah yang membahas aksi konvergensi penurunan stunting. Sekretaris Daerah Manggarai Jahang Fansi Aldus juga menyebut angka stunting Agustus 2022 berada di 16,5 persen.
Menurut laporan tersebut, pemantauan dilakukan melalui pengukuran dan penimbangan balita sasaran. Pada Agustus 2022, 26.563 dari 28.024 balita sasaran, atau 94,8 persen, telah diukur dan ditimbang.
Pemerintah daerah mengaitkan penurunan itu dengan aksi konvergensi lintas sektor. Langkah yang disebut mencakup pemetaan sebaran kasus, penyusunan rencana intervensi, rembuk stunting, serta penguatan peran desa dan kader dalam pendataan dan pemantauan.
Intervensi gizi
Dalam laporan yang sama, Dinas Kesehatan Manggarai mencatat pemberian makanan tambahan kepada 570 ibu hamil dengan kekurangan energi kronis pada Januari-Juli 2022. Pemerintah juga mendorong inisiasi menyusu dini dan ASI eksklusif.
Data yang dikutip menyebut 2.769 dari 3.080 bayi baru lahir, atau 90,5 persen, mendapat promosi inisiasi menyusu dini. Sementara itu, 1.917 dari 2.069 bayi usia di bawah enam bulan, atau 92,7 persen, tercatat menerima ASI eksklusif.
Pemerintah daerah menyebut capaian itu sebagai bagian dari tindak lanjut rembuk stunting kabupaten pada 2021 dan 2022. Sejumlah kecamatan disebut mengalami penurunan, kecuali Reok Barat yang tidak mencatat penurunan pada periode yang sama.
Data pemantauan
Capaian pengukuran balita pada Agustus 2022 juga meningkat dibandingkan Februari 2022. Pada Februari, 26.524 dari 28.343 balita sasaran telah ditimbang, sedangkan pada Agustus angkanya naik menjadi 26.563 dari 28.024 balita sasaran.
- Februari 2022: 5.320 kasus stunting atau 20,1 persen.
- Agustus 2022: 4.373 kasus stunting atau 16,5 persen.
- Agustus 2022: 26.563 balita sasaran telah diukur dan ditimbang.
- Januari-Juli 2022: 570 ibu hamil kekurangan energi kronis menerima makanan tambahan.
Data hasil pengukuran dicatat dalam aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Pemerintah menyebut penyisiran balita yang tidak datang ke posyandu ikut mendorong kenaikan cakupan pengukuran.
Sumber
Berita berikutnya

BMKG Prakirakan Cuaca Tiga Wilayah Flores Kondusif
BMKG Sikka memprakirakan cuaca di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo pada Minggu, 20 September 2026 kondusif, dengan kondisi cerah hingga cerah berawa…

