Kabar Labuan Bajo

Rabu, 14 Oktober 2026

SPAM Wae Mese II Labuan Bajo: kapasitas dan cakupan layanan air

SPAM Wae Mese II berkapasitas 2 x 50 liter per detik dan menjadi bagian penting penyediaan air Labuan Bajo. Namun kapasitas instalasi tidak otomatis berarti akses air merata bagi seluruh warga.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pipa-pipa besar dengan katup pembuangan pada fasilitas penampungan air secara monokrom.
Ilustrasi: Pipa-pipa besar dengan katup pembuangan pada fasilitas penampungan air secara monokrom. · Foto: adib aqil / Pexels

SPAM Wae Mese II menjadi salah satu jawaban pemerintah atas kebutuhan air bersih di Labuan Bajo. Sistem ini berkapasitas 2 x 50 liter per detik dan mengambil air dari Sungai Wae Mese untuk dialirkan ke Reservoir Wae Mata sebelum didistribusikan ke lima reservoir layanan.

Berapa kapasitas SPAM Wae Mese II?

Kementerian Pekerjaan Umum menyebut SPAM Wae Mese II berkapasitas 2 x 50 liter per detik. Sistem ini melengkapi SPAM Wae Mese yang sebelumnya memiliki kapasitas 40 liter per detik, menurut Sekretariat Kabinet, 2022.

Proyek tersebut mulai dikerjakan pada November 2020 dan selesai pada awal 2022, menurut keterangan Kementerian Pekerjaan Umum yang dipublikasikan melalui laman pemerintah, 2026.

Dari mana sumber airnya?

Sumber air baku SPAM Wae Mese II berasal dari Sungai Wae Mese. Air dialirkan menuju Reservoir Wae Mata yang berkapasitas 2.000 m3, lalu diteruskan ke jaringan distribusi, menurut Kementerian Pekerjaan Umum, 2026.

Wilayah mana yang ditopang jaringan ini?

Jaringan tersebut melayani lima reservoir, yaitu Reservoir Bappeda, Golokoe, Firdaus, Gua Cermin, dan DPRD, menurut Kementerian Pekerjaan Umum, 2026. Penyebutan reservoir menunjukkan struktur penyaluran air dalam sistem, bukan rincian jumlah pelanggan rumah tangga.

Pemerintah juga membangun fasilitas pengolahan air limbah Labuan Bajo berkapasitas 250 meter kubik per hari serta TPST Warloka berkapasitas 20 ton per hari, menurut Sekretariat Kabinet, 2022.

Apakah kapasitas itu otomatis menjamin air mengalir ke semua warga?

Tidak. Kapasitas instalasi menunjukkan kemampuan sistem produksi atau pengolahan, sedangkan layanan yang diterima warga bergantung pada jaringan distribusi dan pengelolaan di lapangan.

Laporan Floresa pada 2025 mencatat warga di kawasan TPI Kampung Ujung menghadapi ketiadaan akses air bersih dan membeli air dari penyedia yang difasilitasi pemerintah. Temuan itu menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur skala kota belum otomatis membuat akses merata di setiap titik layanan.

Mengapa isu air tetap relevan bagi kota?

Kebutuhan air di Labuan Bajo meningkat seiring perkembangan destinasi pariwisata, menurut Media Indonesia, 2023. Karena itu, pembahasan layanan air perlu melihat dua hal sekaligus: kapasitas infrastruktur dan apakah jaringan tersebut benar-benar menjangkau warga serta kegiatan ekonomi di berbagai kawasan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kota Labuan Bajo

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.