Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Satpolairud Salurkan Bantuan Tahap Ketiga ke Pulau Longos Lewat Jalur Laut

Satpolairud Polres Manggarai Barat menyalurkan bantuan logistik tahap ketiga ke Pulau Longos dan bantuan ke Pasir Panjang melalui jalur laut pascagempa Flores.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Manggarai Barat kembali menembus jalur laut untuk menyalurkan bantuan logistik tahap ketiga kepada warga terdampak gempa di Pulau Longos, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, pada Rabu, 9 September 2026.

Penyerahan bantuan dipimpin Kepala Satpolairud Polres Manggarai Barat, Inspektur Polisi Satu Leonardo Marpaung, kepada Kepala Desa Pontianak, Sarifudin, secara simbolis di Markas Polres Manggarai Barat, Kampung Ujung, Labuan Bajo, sebelum diangkut melintasi laut menuju Pulau Longos menggunakan perahu milik masyarakat. Menurut Leonardo, langkah ini ditempuh untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat pesisir dan pulau-pulau terpencil yang aksesibilitasnya terbatas pascagempa bumi di Flores tetap terpenuhi.

Paket logistik tahap ketiga yang diberangkatkan ke Pulau Longos mencakup bahan pangan, kebutuhan bayi, perlengkapan tidur, dan hunian sementara. Bantuan tersebut terdiri atas 15 dus mi instan, 40 dus susu Indomilk, 50 dus air mineral, dan lima dus biskuit. Untuk kebutuhan bayi dan sanitasi disalurkan susu bayi, popok, 50 stel pakaian layak pakai, 50 lembar sarung, serta 50 lembar handuk. Selain itu terdapat 10 unit kasur lipat, selimut, dan dua terpal berukuran 12 x 15 meter untuk kebutuhan hunian sementara.

Distribusi bantuan ke Pasir Panjang

Polri juga menyalurkan bantuan melalui jalur laut ke wilayah pesisir Pasir Panjang, Desa Pontianak, yang terdampak gempa dan memiliki akses darat terbatas. Penyaluran bantuan ini dilakukan tim gabungan yang terdiri atas personel Satpolairud Polres Manggarai Barat, Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur, dan Korpolairud Baharkam Polri.

Menurut laporan Radio Republik Indonesia, rombongan berangkat dari Dermaga Marina Waterfront Labuan Bajo menggunakan Kapal Patroli Padar XXII-3018 milik Ditpolairud Polda NTT dengan pendampingan satu unit Rigid Inflatable Boat RIB-03. Perjalanan laut menuju perairan Pasir Panjang memakan waktu sekitar dua jam. Setibanya di lokasi, kapal patroli tidak dapat menurunkan seluruh bantuan secara langsung karena tidak tersedia dermaga yang memadai untuk sandar kapal berukuran besar.

Akibat ketiadaan fasilitas dermaga, petugas memindahkan logistik ke perahu nelayan dan RIB di tengah perairan sebelum mengantarkannya ke garis pantai. Menurut tim gabungan, pola ini menjadi solusi untuk menjangkau permukiman pesisir yang terisolasi ketika jalur darat tidak dapat dilalui kendaraan. Bantuan untuk Pasir Panjang mencakup 60 karung beras SPHP, 20 dus mi instan, lima dus biskuit, satu bal selimut, satu bal handuk, 10 dus tisu kering, serta pakaian anak, pakaian perempuan, dan sarung dewasa.

Perahu warga sebagai mata rantai terakhir

Dalam operasi ke Pulau Longos, Satpolairud kembali memanfaatkan perahu milik masyarakat sebagai penghubung utama antara Labuan Bajo dan pulau sasaran. Menurut Leonardo Marpaung, kerja sama dengan nelayan dan pemilik perahu lokal mempermudah pemindahan bantuan sehingga logistik dapat menjangkau warga di wilayah yang belum memiliki fasilitas dermaga memadai.

Model serupa terlihat dalam penyaluran bantuan ke Pasir Panjang, ketika armada patroli tidak dapat merapat dan distribusi harus dilanjutkan menggunakan perahu nelayan yang berukuran lebih kecil. Dalam konteks kepulauan di Manggarai Barat, perahu lokal menjadi mata rantai terakhir distribusi, menghubungkan kapal patroli di perairan dengan titik-titik pendaratan di pesisir yang akses daratnya terbatas pascagempa.

Di tingkat desa, Kepala Desa Pontianak, Sarifudin, menyatakan bantuan tahap ketiga untuk Pulau Longos telah diterima dan akan didistribusikan secara transparan dan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan. Polres Manggarai Barat dan pemerintah desa menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat dan masyarakat setempat untuk memastikan bantuan menjangkau komunitas pesisir dan pulau yang terdampak gempa di bagian barat Flores.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.