Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 26 September 2026

Golo Mori Siapkan Dasbor Rantai Pasok Pemasok Lokal

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Barat mengusulkan tiga instrumen untuk memantau rantai pasok lokal di The Golo Mori: basis data pemasok, rasio pengadaan lokal, dan dasbor pencocokan kebutuhan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Keranjang anyaman berisi aneka sayuran segar dan produk pertanian di atas meja kayu.
Ilustrasi: Keranjang anyaman berisi aneka sayuran segar dan produk pertanian di atas meja kayu. · Foto: Nataliya Vaitkevich / Pexels

Golo Mori — Dinas Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Barat pada 24 September 2026 mengusulkan penguatan rantai pasok lokal untuk kawasan pariwisata The Golo Mori melalui Local Supplier Database, Local Procurement Ratio, dan Demand-Supply Matching Dashboard.

Rancangan tersebut menempatkan basis data pemasok sebagai data induk pemasok lokal lintas bidang. Data yang dihimpun mencakup produk, kapasitas, legalitas, mutu, harga, dan kontak, dengan keluaran berupa daftar pemasok yang telah dikelompokkan.

Instrumen kedua, Local Procurement Ratio, dipakai untuk mengukur porsi belanja yang terserap oleh ekonomi lokal. Pengukurannya membandingkan nilai pengadaan dari pemasok Manggarai Barat dengan total nilai pengadaan, lalu disajikan menurut kategori pengadaan dan asal pemasok.

Rantai pasok lokal menentukan peluang usaha di Golo Mori

Bagi pelaku usaha di Manggarai Barat, rancangan ini penting karena kebutuhan kawasan pariwisata dapat dipertemukan dengan kemampuan pemasok setempat. Dasbor yang diusulkan menghubungkan kebutuhan pembeli dengan kapasitas pemasok, harga, frekuensi kebutuhan, stok, dan status pemenuhan.

Dengan informasi tersebut, pembeli dapat melihat kecocokan pasokan sekaligus kesenjangan yang masih perlu ditutup. Pemasok lokal dapat menggunakan data kebutuhan untuk memperbaiki kapasitas, mutu, kemasan, masa simpan, ketertelusuran, legalitas, dan administrasi transaksi.

Rancangan penguatan dampak ekonomi lokal itu terdiri atas lima komponen utama. Selain tiga instrumen pemantauan, terdapat Supplier Development Program dan Local Transaction Register. Program pengembangan pemasok diarahkan pada kesenjangan persyaratan pembeli, sedangkan pencatatan transaksi mencakup pesanan pembelian, faktur, volume, nilai, pengiriman, konsinyasi, dan pesanan berulang.

Local Procurement Ratio diusulkan sebagai indikator pemantauan keterkaitan ekonomi kawasan. Pencatatan yang lebih rinci juga memungkinkan pengadaan dilihat berdasarkan asal pemasok, sehingga serapan belanja dari Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dan luar Nusa Tenggara Timur dapat dibedakan.

Rancangan berikutnya adalah menetapkan basis data pemasok sebagai data induk dengan standar data dan mekanisme validasi, menetapkan rasio pengadaan lokal sebagai indikator pemantauan, serta membangun dasbor pencocokan kebutuhan dan pasokan. Laporan juga menyebut pencatatan bukti transaksi pada kegiatan fasilitasi pasar.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.