Telur komodo: jumlah, ukuran, dan lama menetasnya
Telur komodo adalah bagian penting dari reproduksi komodo betina; satu sarang biasanya berisi 15–30 telur dan menetas setelah sekitar 7–8 bulan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Telur komodo — adalah bagian dari cara berkembang biak komodo betina yang bertelur di sarang tanah atau gundukan yang sudah tersedia, lalu mengeraminya sampai menetas. Dalam literatur yang dirujuk, satu sarang biasanya berisi sekitar 15–30 telur, dan masa penetasan disebut berlangsung sekitar 7–8 bulan atau sekitar 8 bulan, tergantung sumber.
Telur komodo itu seperti apa?
Komodo bertelur secara ovipar: embrio berkembang di luar tubuh induk setelah pembuahan terjadi di dalam tubuh betina. Menurut publikasi ilmiah yang dirujuk, ukuran rata-rata telur komodo adalah panjang 8,6 cm, diameter 5,9 cm, dan berat 105 gram.
Komodo betina meletakkan telurnya di lubang tanah, cekungan tebing, atau sarang burung gosong yang ditinggalkan. Publikasi lain menyebut komodo juga memanfaatkan sarang gundukan megapode yang sudah ada, lalu menutup kembali lubang masuknya.
Berapa jumlah telur dalam satu sarang?
Sumber yang dirujuk konsisten menyebut satu induk komodo dapat menghasilkan sekitar 15–30 telur dalam satu kali bertelur. Ada juga rujukan yang menyebut rata-rata sarang berisi 20 telur.
Perbedaan angka ini tidak saling meniadakan, karena satu sumber menyebut kisaran jumlah telur, sementara sumber lain menyebut rata-rata isi sarang. Keduanya merujuk pada pola bertelur komodo yang sama.
Kapan telur komodo menetas?
Lamanya pengeraman bervariasi di sumber yang dirujuk, tetapi umumnya berada pada kisaran 7–8 bulan. Ada juga rujukan yang menyebut telur menetas setelah sekitar 8 bulan, dan satu sumber lain menyebut sekitar 9 bulan.
Dalam satu rujukan, telur komodo disebut diletakkan pada Agustus atau September, lalu menetas sekitar Februari sampai April. Sumber lain menyebut penetasan terjadi pada April dan Mei.
Mengapa telur komodo penting bagi populasi komodo di TN Komodo?
Karena komodo berkembang biak dengan jumlah telur yang terbatas per sarang dan penetasan memerlukan waktu berbulan-bulan, keberhasilan sarang sangat menentukan bertambahnya individu baru. Ini membuat lokasi sarang, kondisi tanah, dan gangguan di sekitar sarang menjadi penting bagi kelangsungan populasi.
Apa yang perlu dicatat pembaca di Labuan Bajo dan Pulau Komodo?
Di kawasan Taman Nasional Komodo, pengetahuan tentang telur komodo membantu membaca kenapa habitat sarang tidak bisa dipisahkan dari perlindungan satwa. Informasi ini juga menjelaskan mengapa komodo muda dan sarangnya perlu perhatian khusus dalam pengelolaan kawasan wisata alam.
Rujukan ilmiah yang dipakai dalam bahan ini juga menyebut komodo dapat memanfaatkan sarang yang sama pada musim bertelur berikutnya, sehingga lokasi sarang dapat menjadi titik penting dalam pengamatan dan perlindungan. Itu membuat area bertelur bukan sekadar tempat reproduksi, melainkan bagian dari siklus hidup komodo di pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi
Lelang Perbaikan dan Penambahan Kapasitas Dermaga Padar Selatan Ditargetkan 2027
Balai Taman Nasional Komodo menyiapkan perbaikan dan penambahan kapasitas Dermaga Padar Selatan. Pekerjaan ditargetkan dilelang pada 2027 dengan kebut…
Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga





