PLN Operasikan SPKLU Pertama NTT di Kampung Ujung Labuan Bajo
PLN mengoperasikan SPKLU pertama di Nusa Tenggara Timur di Lapangan Parkir Wisata Kampung Ujung, Labuan Bajo.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — PT PLN (Persero) telah mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Nusa Tenggara Timur di Lapangan Parkir Wisata Kampung Ujung, Labuan Bajo, dengan fasilitas pengisian cepat berdaya DC 50 kW dan AC 22 kW.
Menurut siaran pers PLN, SPKLU di Kampung Ujung menerapkan konsep layanan mandiri atau self service sehingga pengguna dapat melakukan pengisian baterai kendaraan listrik sendiri dengan mengikuti petunjuk di lokasi pengisian.
PLN menyebut SPKLU ini mengusung konsep fast charging dan dirancang untuk mengisi baterai kendaraan listrik dari kondisi 0 persen hingga penuh 100 persen dalam waktu maksimal sekitar dua jam, menyesuaikan kapasitas baterai yang digunakan.
Spesifikasi dan cara penggunaan
PLN menjelaskan SPKLU di Kampung Ujung memiliki daya pengisian DC 50 kW dan AC 22 kW. Daya tersebut termasuk kategori fast charging sesuai klasifikasi teknologi pengisian yang digunakan PLN.
Dalam siaran pers yang sama, PLN menyampaikan kehadiran SPKLU pertama di NTT ini diharapkan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di Labuan Bajo dan mendukung mobilitas rendah emisi di kawasan wisata.
PLN menginformasikan bahwa SPKLU di Kampung Ujung terhubung dengan sistem aplikasi pengisian yang dapat diakses melalui gawai. Melalui aplikasi, pengguna kendaraan listrik dapat memilih unit SPKLU, memindai kode yang tersedia, lalu memantau proses pengisian daya secara langsung.
PLN juga mempromosikan penggunaan kendaraan listrik sebagai salah satu cara menekan biaya energi dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak. Dalam bahan presentasi mengenai pengembangan SPKLU, PLN membandingkan konsumsi energi kendaraan listrik dengan konsumsi bahan bakar untuk jarak tempuh yang sebanding.
Lokasi dan peran SPKLU di Labuan Bajo
SPKLU pertama di NTT ini berada di Lapangan Parkir Wisata Kampung Ujung, salah satu titik aktivitas wisata di Labuan Bajo. Menurut PLN, lokasi tersebut dipilih karena dekat dengan kawasan wisata dan jalur transportasi utama.
Perusahaan listrik negara itu menyebut kehadiran SPKLU di Labuan Bajo menjadi bagian dari upaya menyediakan infrastruktur pengisian di destinasi wisata prioritas. Dengan tersedianya titik pengisian resmi, pemilik dan penyedia jasa kendaraan listrik memiliki opsi tambahan untuk mengatur jarak tempuh dan kebutuhan energi.
Data peta SPKLU yang dihimpun berbagai pihak menunjukkan satu unit SPKLU PLN berdaya maksimal 50 kW beroperasi di Kampung Ujung, Labuan Bajo. Peta tersebut juga memuat informasi bahwa unit ini menyediakan konektor DC dan AC yang umum digunakan oleh kendaraan listrik modern.
Pengembangan jaringan SPKLU di NTT
Selain Labuan Bajo, PLN menyatakan akan memperluas jaringan SPKLU di Nusa Tenggara Timur. Dalam keterangan resmi dan pemberitaan media lokal, perusahaan itu menyebut pembangunan SPKLU di berbagai kota di NTT, termasuk Kupang dan sejumlah ibu kota kabupaten di Pulau Flores.
PLN menyebut pengembangan jaringan SPKLU tersebut dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait percepatan kendaraan listrik berbasis baterai. Pembangunan SPKLU di NTT diarahkan ke lokasi fasilitas publik dan titik transportasi utama.
Media lokal di NTT memberitakan bahwa PLN menargetkan puluhan unit SPKLU di provinsi tersebut, dengan sebaran di Kota Kupang dan sepanjang jalur lintas Flores. Upaya ini diharapkan memudahkan warga dan pelaku usaha transportasi yang mulai beralih ke kendaraan listrik.
Seiring penambahan SPKLU di NTT, PLN mendorong penggunaan aplikasi resmi untuk mengakses informasi lokasi, status ketersediaan unit, dan mekanisme pembayaran. Pembayaran layanan SPKLU diatur mengikuti regulasi tarif yang dikeluarkan pemerintah dan disalurkan melalui sistem pembayaran tanpa tunai.
Sumber
Berita berikutnya

KSOP Labuan Bajo Periksa Kesiapan Kapal Wisata dan Sosialisasikan Keselamatan
KSOP Kelas III Labuan Bajo memeriksa kesiapan kapal wisata dan menyosialisasikan keselamatan pelayaran di perairan Manggarai Barat. KLM Ratana disebut…
Baca juga




