Perumda Wae Mbeliling Siapkan Pemanfaatan Kembali Wae Moto
Perumda Air Minum Wae Mbeliling Manggarai Barat menyiapkan pemanfaatan kembali mata air Wae Moto di Kecamatan Mbeliling sebagai salah satu sumber air baku utama untuk Labuan Bajo.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Labuan Bajo — Perusahaan Umum Daerah Air Minum Wae Mbeliling Manggarai Barat menyiapkan pemanfaatan kembali sumber mata air Wae Moto di Kecamatan Mbeliling untuk menambah pasokan air baku bagi Labuan Bajo dan sekitarnya. Wae Moto selama ini tercatat sebagai salah satu sumber air baku utama perusahaan daerah tersebut.
Dokumen teknis tentang sumber air baku utama Perumda Wae Mbeliling menyebut mata air Wae Moto berlokasi di Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, dengan debit aliran sekitar 12 liter per detik dan telah dilengkapi pipa penghantar menuju bak pengumpul. Menurut kajian akademik tentang ketersediaan dan kebutuhan air bersih di Labuan Bajo, mata air Wae Moto masuk dalam daftar sumber air baku utama yang dimanfaatkan oleh perusahaan daerah bersama Wae Mbaru, Wae Mese, Wae Mowol, dan Wae Cumpe.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan air bersih Labuan Bajo terutama dipenuhi oleh Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Wae Mese I dan SPAM Wae Mese II. Kajian tentang pengelolaan air bersih di kawasan kota Labuan Bajo menyebut kapasitas produksi SPAM Wae Mese A (eksisting) sebesar 40 liter per detik dan SPAM Wae Mese B sebesar 100 liter per detik.
Kapasitas dan peran SPAM Wae Mese
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjelaskan bahwa SPAM Wae Mese II dibangun dengan kapasitas terpasang 100 liter per detik dan melengkapi SPAM Wae Mese yang lebih dulu ada dengan kapasitas 40 liter per detik. Sumber air SPAM tersebut berasal dari Sungai Wae Mese dan dialirkan ke sejumlah reservoir untuk melayani kawasan Labuan Bajo.
Dalam pernyataannya, kementerian menyebut pembangunan SPAM Wae Mese II ditujukan untuk memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan air bersih warga Labuan Bajo. Data internal perusahaan daerah dan kajian akademik yang mengulas kinerja Perumda Wae Mbeliling juga merujuk kapasitas SPAM Wae Mese II sebesar 2 x 50 liter per detik, dengan target penambahan pelanggan jaringan perpipaan dalam beberapa tahun setelah beroperasi.
Informasi lain dari unit kerja Kementerian PUPR yang menangani perencanaan infrastruktur menyatakan bahwa SPAM Wae Mese II selesai dibangun pada akhir 2021 dan telah dikelola oleh PDAM Manggarai Barat. Unit tersebut mencatat peningkatan jumlah rumah tangga yang tersambung jaringan perpipaan dari sekitar 4.000 menjadi 8.000 kepala keluarga setelah SPAM Wae Mese II beroperasi, meski masih terdapat kapasitas menganggur sekitar 40 liter per detik yang memerlukan penambahan sambungan rumah.
Peran Wae Moto dalam pasokan air
Kajian akademik dan data teknis Perumda Wae Mbeliling menempatkan Wae Moto sebagai salah satu sumber air baku utama bagi sistem pelayanan air minum di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya. Debit aliran Wae Moto dalam dokumen tersebut disebut sekitar 12 liter per detik.
Sumber air ini berada di wilayah Mbeliling dan terhubung ke jaringan perpipaan menuju bak pengumpul. Dalam kajian tentang ketersediaan air bersih, Wae Moto bersama Wae Mese menjadi bagian dari sistem yang diandalkan untuk memenuhi kebutuhan air perkotaan.
Informasi resmi yang tersedia belum merinci tahapan terbaru pemulihan jaringan Wae Moto, termasuk bentuk pekerjaan perbaikan, nilai anggaran, dan jadwal operasi kembali setelah optimalisasi. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR sebelumnya menyebut rencana optimalisasi jaringan SPAM sebagai bagian dari dukungan terhadap kawasan pariwisata prioritas, tetapi tidak memisahkan secara rinci pekerjaan khusus untuk Wae Moto.
Kebutuhan air dan pelanggan
Sejumlah kajian tentang kinerja Perumda Wae Mbeliling dan analisis kebutuhan air bersih di kawasan Labuan Bajo menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas pasokan air berkaitan dengan pertumbuhan kota dan investasi pariwisata. SPAM Wae Mese I dan II diproyeksikan memenuhi kebutuhan domestik rumah tangga serta non-domestik seperti hotel, restoran, dan fasilitas wisata.
Unit kerja perencanaan infrastruktur Kementerian PUPR mencatat bahwa perluasan jaringan sambungan rumah masih diperlukan agar kapasitas terpasang SPAM Wae Mese II termanfaatkan optimal. Di sisi lain, kajian akademik menyebut bahwa ketersediaan air Sungai Wae Mese secara teoritis masih mampu mencukupi kebutuhan air bersih daerah pelayanan kota Labuan Bajo.
Dalam konteks itu, rencana pemanfaatan kembali Wae Moto sebagai sumber air baku utama di Mbeliling berpotensi menambah fleksibilitas pengaturan pasokan dan wilayah layanan, meski rincian pembagian wilayah pelayanan antara sumber-sumber tersebut belum diuraikan dalam dokumen yang tersedia.
Sumber
Berita berikutnya

Setahun Kodim 1630 Manggarai Barat, Pemkab Soroti Kontribusi
Kodim 1630/Manggarai Barat memperingati HUT pertama pada 19 September 2026.
Baca juga




