Pertamina Siagakan Pasokan Darurat Avtur ke Bandara Komodo
Pertamina Patra Niaga menyiagakan pasokan avtur melalui pola penyaluran darurat dari Integrated Terminal Bima untuk mendukung operasional Bandara Komodo pascagempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Pertamina Patra Niaga menyiagakan pasokan avtur untuk mendukung operasional penerbangan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, melalui pola penyaluran darurat dari Integrated Terminal Bima setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.
Menurut keterangan resmi Pertamina Patra Niaga yang dikutip berbagai media, gempa tersebut berdampak pada jalur distribusi avtur menuju Aviation Fuel Terminal (AFT) Komodo, baik dari jalur utama Fuel Terminal Reo maupun jalur alternatif dari Fuel Terminal Ende.
Untuk menjaga kontinuitas pasokan, Pertamina Patra Niaga menjalankan pola penyaluran darurat dari Integrated Terminal Bima di Nusa Tenggara Barat. Pasokan dari Bima ke Labuan Bajo dikirim menggunakan mobil tangki atau bridger avtur melalui jalur laut, sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama dibandingkan distribusi dalam kondisi normal.
Sejumlah media yang mengutip penjelasan manajemen Pertamina Patra Niaga dan pejabat setempat memberitakan bahwa mobil tangki dikirim dari Bima melalui Pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo, membawa bahan bakar minyak dan avtur untuk memenuhi kebutuhan energi di Flores, termasuk untuk Bandara Komodo.
Menurut Pertamina Patra Niaga, jalur distribusi dari Fuel Terminal Reo masih menjalani pemeriksaan sebelum kembali beroperasi penuh. Terminal lain di Flores disebut dapat saling mendukung untuk menjaga pasokan energi apabila terjadi gangguan pada salah satu jalur distribusi.
Prioritas konektivitas udara dan penerbangan bantuan
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan perusahaan memprioritaskan keberlanjutan konektivitas udara selama jalur pasokan utama belum sepenuhnya pulih. Upaya itu dilakukan agar kebutuhan energi penerbangan tetap terlayani di tengah proses pemulihan pascagempa.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip media, Kitty menjelaskan bahwa pola suplai alternatif disiapkan agar layanan avtur di Labuan Bajo tetap berjalan selama jalur pasokan utama dalam proses pemulihan. Pertamina Patra Niaga memperkuat sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mengantisipasi kebutuhan avtur penerbangan menuju Labuan Bajo.
Pasokan avtur dioptimalkan melalui penambahan volume pengisian di bandara keberangkatan atau skema tankering. Bandara di Lombok, Kupang, dan Denpasar disebut dapat dimanfaatkan sebagai titik dukung sesuai kebutuhan operasional untuk penerbangan komersial maupun pesawat yang membawa bantuan.
Pertamina Patra Niaga menyatakan pemantauan stok avtur dilakukan di Labuan Bajo serta bandara penyangga di sekitarnya. Pengaturan pasokan akan terus disesuaikan selama masa pemulihan agar kebutuhan penerbangan tetap dapat terlayani hingga jalur distribusi menuju Bandara Komodo kembali normal.
Dampak gempa terhadap infrastruktur dan distribusi energi
Gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 di wilayah Nusa Tenggara Timur menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur transportasi, termasuk bandara dan pelabuhan. Bandara Komodo di Labuan Bajo dilaporkan mengalami kerusakan pada gedung terminal dan fasilitas pendukung, tetapi tetap beroperasi dengan pembatasan untuk menjamin keselamatan penerbangan.
Di sektor energi, Pertamina Patra Niaga melaporkan terdapat delapan terminal energi di NTT, dengan tujuh terminal telah beroperasi normal pascagempa. Fuel Terminal Reo masih mengalami kendala dan harus menjalani pemeriksaan sebelum kembali beroperasi penuh.
Untuk memastikan pasokan energi ke Labuan Bajo, Pertamina Patra Niaga mengalihkan sebagian suplai dari Bima dan menjalankan rute distribusi darurat. Skema ini mencakup pengiriman mobil tangki BBM dan avtur ke Labuan Bajo serta pengaturan ulang distribusi ke SPBU dan fasilitas avtur di wilayah terdampak.
Pertamina Patra Niaga menegaskan fokus utama perusahaan adalah menjaga ketersediaan energi masyarakat dan mendukung operasional penanganan bencana. Pola distribusi avtur dan BBM akan terus dievaluasi seiring perkembangan pemulihan infrastruktur di Flores dan Nusa Tenggara Timur.
Sumber
Berita berikutnya

KSOP Labuan Bajo Periksa Kesiapan Kapal Wisata dan Sosialisasikan Keselamatan
KSOP Kelas III Labuan Bajo memeriksa kesiapan kapal wisata dan menyosialisasikan keselamatan pelayaran di perairan Manggarai Barat. KLM Ratana disebut…
Baca juga




