Ditpolairud Polda NTT Evakuasi Ibu Hamil dari Pulau Papagarang
Personel Marnit Labuan Bajo Ditpolairud Polda NTT mengevakuasi Nurmala (22), warga Pulau Papagarang, ke Labuan Bajo pada Kamis malam, 13 Agustus 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Personel Markas Unit (Marnit) Labuan Bajo Direktorat Polairud Polda Nusa Tenggara Timur mengevakuasi seorang ibu hamil bernama Nurmala, 22 tahun, warga Pulau Papagarang, ke Labuan Bajo pada Kamis malam, 13 Agustus 2026, setelah ia mengalami pecah ketuban dan membutuhkan penanganan medis segera.
Menurut laporan radio publik, evakuasi dilakukan karena fasilitas kesehatan di Labuan Bajo dinilai lebih lengkap untuk menangani kondisi Nurmala yang memerlukan penanganan darurat.
Laporan itu menyebut seluruh rangkaian evakuasi dari Pulau Papagarang menuju Labuan Bajo berjalan aman dan terkendali.
Rincian evakuasi
Menurut pemberitaan regional dari Manggarai Barat, informasi mengenai kondisi Nurmala pertama kali diterima personel Marnit Labuan Bajo dari bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Papagarang, Nurbaya dan Ade Fitria Ningsih, sekitar pukul 18.43 Wita.
Setelah menerima laporan, personel Marnit Labuan Bajo bergerak menggunakan kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) Intercept 03 milik Ditpolairud Polda NTT.
Kapal bertolak dari Labuan Bajo menuju Pulau Papagarang sekitar pukul 19.10 Wita dan tiba di perairan Papagarang sekitar pukul 19.36 Wita.
Masih menurut laporan yang sama, kondisi air laut yang surut membuat RIB Intercept 03 tidak dapat merapat langsung ke dermaga.
Nurmala kemudian dievakuasi menggunakan sampan dari dermaga menuju RIB Intercept 03, didampingi dua bidan Pustu Papagarang yang memantau kondisinya selama perjalanan.
Sekitar pukul 20.10 Wita, RIB Intercept 03 bertolak dari perairan Pulau Papagarang menuju Dermaga Marina Labuan Bajo dan tiba sekitar pukul 20.38 Wita.
Setibanya di Labuan Bajo, Nurmala langsung dirujuk ke RSU Komodo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Berita foto yang terbit kemudian dari Kupang menggambarkan misi kemanusiaan tersebut sebagai langkah cepat personel Marnit Labuan Bajo menggunakan RIB Intercept 03 untuk membawa Nurmala ke Labuan Bajo setelah ia mengalami pecah ketuban.
Konteks layanan kesehatan antarpulau
Pulau Papagarang berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, dengan akses layanan kesehatan yang terbatas dibandingkan Labuan Bajo sebagai pusat layanan kesehatan di wilayah itu.
Dalam kasus Nurmala, jalur laut menjadi satu-satunya pilihan untuk membawa pasien ke fasilitas kesehatan yang memiliki peralatan lebih lengkap, yakni RSU Komodo di Labuan Bajo.
Laporan media lokal lain mengenai evakuasi ibu hamil dari pulau-pulau sekitar Labuan Bajo menyebut peran RIB dan kapal patroli kepolisian sebagai sarana utama untuk menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Rangkaian operasi evakuasi yang melibatkan Marnit Labuan Bajo dan Ditpolairud Polda NTT menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan armada laut dan koordinasi dengan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan Manggarai Barat.
Sumber
- RRI Kupang – Berita Foto Polairud Polda NTT Bantu Evakuasi Ibu Hamil di Labuan Bajo
- Media Bengkulu – Jumat Berkah Polairud di Labuan Bajo
- Tribrata News Manggarai Barat – Gunakan RIB, Polisi Berhasil Evakuasi Ibu Hamil di Labuan Bajo
- Okebajo.com – Demi Warga Terisolasi, 5 Dus Biskuit “Nekat” Menyeberangi Laut Flores
Berita berikutnya

KSOP Labuan Bajo Periksa Kesiapan Kapal Wisata dan Sosialisasikan Keselamatan
KSOP Kelas III Labuan Bajo memeriksa kesiapan kapal wisata dan menyosialisasikan keselamatan pelayaran di perairan Manggarai Barat. KLM Ratana disebut…

