Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Pemkab Manggarai Barat Dorong Kelompok Tani Pasok Bahan Pangan untuk MBG

Pemkab Manggarai Barat mendorong kelompok tani memasok bahan pangan untuk program MBG melalui SPPG di Labuan Bajo. Pemerintah daerah melihat skema ini sebagai peluang pasar baru bagi hasil pertanian lokal.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendorong kelompok tani memasok bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Labuan Bajo. Dorongan itu disampaikan seiring upaya memperkuat keterlibatan petani lokal dalam rantai pasok pangan daerah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Manggarai Barat Laurensius Halu mengatakan pemerintah daerah mengarahkan kelompok tani agar menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan dapur MBG. Menurut dia, sejumlah petani dan kelompok tani di Kecamatan Komodo sudah bekerja sama dengan SPPG di Labuan Bajo.

Laurensius juga menyebut pemerintah kabupaten masih mengidentifikasi jumlah pasti kelompok tani yang terlibat dalam kemitraan tersebut. Dalam pemberitaan yang sama, ia menekankan bahwa keterlibatan petani lokal dapat memperluas pasar hasil pertanian dan menggerakkan ekonomi daerah.

Pasokan lokal dan peluang pasar

Pemkab Manggarai Barat mendorong petani meningkatkan produksi komoditas yang dibutuhkan MBG, antara lain sayuran daun, sayuran umbi, dan beras. Pemerintah daerah menilai keberadaan dapur MBG bisa menjadi pasar baru bagi hasil pertanian dan peternakan, selain pasar hotel dan restoran di Labuan Bajo.

Data produksi pangan yang dikutip dari BPS Kabupaten Manggarai Barat menunjukkan produksi gabah kering giling mencapai 175.794 ton dengan luas panen 30.680 hektare. Produksi jagung tercatat 8.742 ton dari luas panen 2.015 hektare.

Dalam periode yang sama, produksi ubi kayu mencapai 13.590 ton umbi basah dari luas tanam 91 hektare, sedangkan ubi jalar 5.415 ton umbi basah dari luas tanam 17 hektare. Angka itu menggambarkan kapasitas produksi daerah, tetapi belum menunjukkan volume yang secara khusus dialokasikan untuk kebutuhan MBG.

43 titik SPPG

Badan Gizi Nasional menetapkan 43 titik pembangunan SPPG di Manggarai Barat. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 214 Tahun 2025 tertanggal 16 Oktober 2025.

Satgas MBG Manggarai Barat sebelumnya menyebut titik layanan itu tersebar di sejumlah kecamatan, termasuk Komodo, Mbeliling, Sano Nggoang, Lembor, Lembor Selatan, Welak, Boleng, Macang Pacar, Pacar, Kuwus Barat, dan Ndoso. Pemerintah daerah berharap perluasan layanan membantu memperpendek rantai distribusi pangan dari petani ke dapur MBG.

Di tingkat lapangan, petugas penyuluh dan kelompok tani disebut rutin menyampaikan informasi mengenai ketersediaan produk kepada dapur MBG di Labuan Bajo. Pemerintah daerah mendorong pola itu agar petani dapat membaca kebutuhan pasar dan menyesuaikan produksi secara berkelanjutan.

Pemkab Manggarai Barat juga mengaitkan penguatan kemitraan ini dengan basis kelompok tani yang besar. Dalam pemberitaan yang sama, jumlah kelompok tani di wilayah itu disebut mencapai 1.980 kelompok yang tersebar di 12 kecamatan.

Dengan basis produksi yang ada, pemerintah daerah menempatkan MBG bukan semata program pemenuhan gizi, tetapi juga instrumen penguatan ekonomi lokal. Fokus berikutnya ialah memastikan pasokan, harga, dan standar keamanan pangan berjalan sesuai kebutuhan dapur MBG.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.