Pemda Manggarai Barat Imbau Warga Labuan Bajo Tak Timbun BBM
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengimbau warga Labuan Bajo tidak menimbun BBM di tengah gangguan pasokan yang terjadi sejak awal Juli 2024.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengimbau warga Labuan Bajo tidak menimbun bahan bakar minyak (BBM) di tengah gangguan pasokan yang terjadi sejak awal Juli 2024.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Barat, Gabriel Baung, meminta masyarakat tidak memanfaatkan situasi kelangkaan dengan menyimpan BBM dalam jumlah besar di luar kebutuhan, serta tetap sabar menunggu normalisasi distribusi.
Imbauan itu disampaikan menyusul kelangkaan BBM di sejumlah SPBU di Labuan Bajo yang dilaporkan terjadi sejak 4–6 Juli 2024 dan membuat aktivitas warga terganggu, termasuk pengemudi angkutan dan ojek.
Penyebab kelangkaan dan langkah penanganan
Menurut penjelasan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, kelangkaan BBM di Labuan Bajo pada awal Juli 2024 dipicu hambatan distribusi jalur darat dari Reo menuju Labuan Bajo akibat perbaikan jalan di kawasan Cireng pada ruas Ruteng–Labuan Bajo.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan perbaikan jalan di jalur Cireng–Lembor membuat kendaraan pengangkut BBM sulit melintas sehingga penyaluran ke Labuan Bajo tersendat.
Untuk mengatasi kelangkaan, Pertamina menambah tiga unit mobil tangki dari Fuel Terminal Reo dan Fuel Terminal Labuan Bajo guna mempercepat pengiriman BBM ke SPBU di Labuan Bajo.
Penambahan armada itu ditujukan untuk mengamankan pasokan dan mengembalikan stok di SPBU Wardun, Prundi, dan beberapa SPBU lain di kota tersebut.
Antrean di SPBU dan harga eceran
Sejumlah laporan media lokal dan nasional pada Juli 2024 menggambarkan antrean panjang kendaraan di SPBU Labuan Bajo saat stok BBM menipis.
Antrean kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mengular di SPBU Prundi dan Wardun, dengan sebagian sopir harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Warga yang kesulitan memperoleh BBM di SPBU beralih ke pedagang eceran. Harga BBM jenis pertalite di tingkat eceran naik hingga sekitar Rp30–35 ribu per botol ukuran 1,5 liter, jauh di atas harga resmi di SPBU.
Pemerintah daerah menegaskan kenaikan harga di tingkat eceran merupakan praktik pedagang dan bukan penetapan harga resmi pemerintah.
Stok mulai kembali normal
Pada pertengahan Juli 2024, stok BBM di Labuan Bajo dilaporkan berangsur normal setelah tambahan armada mobil tangki dan perbaikan jalur distribusi.
Pantauan di SPBU Wardun, Prundi, dan Kampung Ujung menunjukkan antrean kendaraan berkurang dan stok berbagai jenis BBM kembali tersedia.
Petugas SPBU menyebut distribusi BBM sudah lancar dan pasokan aman sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi antrean panjang seperti pada awal Juli 2024.
Situasi terbaru dan imbauan bagi warga
Informasi yang tersedia dari BPH Migas pada pertengahan September 2026 menyebut penyaluran BBM ke Flores, termasuk Labuan Bajo, dikawal bersama Pertamina pascabencana, dengan ketersediaan BBM secara umum dinyatakan berjalan baik.
Meski demikian, pemerintah pusat dan BPH Migas tetap memantau ketersediaan dan distribusi BBM di Manggarai Barat melalui SPBU dan penyalur resmi.
Pemerintah daerah dan Pertamina mengimbau warga membeli BBM sesuai kebutuhan, tidak menimbun, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah, Pertamina, dan pengelola SPBU mengenai ketersediaan stok serta jadwal distribusi.
Sumber
Berita berikutnya

KSOP Labuan Bajo Periksa Kesiapan Kapal Wisata dan Sosialisasikan Keselamatan
KSOP Kelas III Labuan Bajo memeriksa kesiapan kapal wisata dan menyosialisasikan keselamatan pelayaran di perairan Manggarai Barat. KLM Ratana disebut…
Baca juga




