Kabar Labuan Bajo

Kamis, 24 September 2026

Apa Arti Informasi BMKG tentang Gempa Susulan Flores?

BMKG memperbarui magnitudo gempa Flores pada 8 September 2026 menjadi M5,1. Episenternya berjarak 57 kilometer timur laut Ruteng dan tidak berpotensi tsunami.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Labuan Bajo, Flores Island, Indonesia.
Foto arsip: Labuan Bajo, Flores Island, Indonesia. · Foto: Jakub Hałun / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tektonik di wilayah Flores pada Selasa, 8 September 2026, pukul 11:40:30 WIB. Parameter gempa diperbarui menjadi magnitudo M5,1, dengan pusat di laut, 57 kilometer arah timur laut Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pemodelan BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian susulan setelah gempa utama bermagnitudo M7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 04:58:23 WIB. Hingga 8 September 2026 pukul 11:00:00 WIB, BMKG memonitor 13591 aktivitas gempa bumi susulan. Gempa susulan terbesar dalam rangkaian itu tercatat bermagnitudo M6,2.

Mengapa informasi ini penting bagi pembaca di Labuan Bajo?

Bagi warga dan pelaku perjalanan di Labuan Bajo, keterangan “tidak berpotensi tsunami” menjelaskan hasil pemodelan untuk gempa 8 September 2026, bukan jaminan bahwa semua gempa berikutnya memiliki dampak yang sama. Karena itu, pembacaan informasi perlu mengikuti waktu pengukuran, lokasi episenter, magnitudo pembaruan, kedalaman, serta hasil pemodelan tsunami yang dicantumkan BMKG.

Angka awal dalam judul laporan BMKG tercatat M5,2, lalu hasil analisis memperbarui parameternya menjadi M5,1 pada kedalaman 10 kilometer. Episenter berada di laut pada koordinat 8,11° LS dan 120,59° BT. Jarak 57 kilometer disebut BMKG dari Ruteng, bukan dari Labuan Bajo.

Informasi rangkaian susulan juga memiliki batas waktu yang jelas. Jumlah 13591 aktivitas merupakan hasil monitoring sampai pukul 11:00:00 WIB pada 8 September 2026. Sementara itu, gempa yang dibahas terjadi pada pukul 11:40:30 WIB, sehingga waktu kejadian dan waktu pembaruan jumlah aktivitas tidak boleh dibaca sebagai satu waktu pengukuran.

BMKG menyebut sumber informasi resmi dapat diperiksa melalui situs dan kanal komunikasi resminya. Untuk memahami laporan gempa, pembaca perlu mencocokkan tanggal, jam, magnitudo pembaruan, lokasi, kedalaman, dan keterangan potensi tsunami dalam satu laporan yang sama.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata & TN Komodo

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.