Sahril Terluka Saat Membersihkan Rumah Rusak Gempa di Boleng
Sahril Ramadan terluka setelah bagian rumah rusak yang hendak diruntuhkan roboh saat dibersihkan di Terang, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, pada 23 September 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Terang — Sahril Ramadan, warga Terang, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, terluka saat membersihkan rumah yang rusak akibat gempa pada Rabu, 23 September 2026. Bagian bangunan yang hendak diruntuhkan tiba-tiba roboh dan mengenai tubuhnya.
Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 08.00 WITA di kediaman keluarga Sahril. Saat itu, ia bersama keluarganya membersihkan sisa bangunan rumah yang terdampak gempa pada 15 Agustus 2026.
Ayah Sahril, Abu Raira, melihat anaknya tidak sadarkan diri setelah tertimpa bangunan. Sahril mengalami pendarahan di bagian kepala dan kemudian dibawa ke Puskesmas Nanga Terang untuk mendapat penanganan medis.
Perawatan berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WITA. Sahril mendapat lebih dari 20 jahitan, termasuk delapan jahitan di kepala dan jahitan pada tangan. Setelah kondisinya ditangani, ia diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Keselamatan penting saat membersihkan rumah rusak di Boleng
Peristiwa di Terang menjadi perhatian bagi warga di wilayah terdampak gempa yang masih membersihkan atau membongkar bagian rumah. Bangunan yang tampak siap diruntuhkan tetap dapat roboh tiba-tiba ketika warga berada di dekatnya.
Sahril dan keluarganya kini tinggal sementara di tenda pengungsian. Rumah yang terdampak gempa juga telah didata dan didokumentasikan oleh pemerintah desa.
Gempa yang merusak rumah tersebut terjadi pada 15 Agustus 2026. Laporan lain mengenai penanganan pascagempa menyebut pembersihan puing dan pendataan rumah dilakukan di sejumlah wilayah Manggarai Barat, tetapi peristiwa yang melukai Sahril terjadi di Terang, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Analisis
BNPB Verifikasi 94 Kematian Pascagempa Flores di Manggarai Barat
Verifikasi BNPB dan Kementerian Kesehatan menyebut 94 warga pascagempa Flores meninggal karena komplikasi penyakit kronis. Manggarai Barat mencatat sa…
Terbaru di Hukum & Kriminal

Berita utama hari ini

Baca juga




