Manggarai Barat Gandeng JAAN untuk Perkuat Vaksinasi Rabies
Pemkab Manggarai Barat memperluas vaksinasi hewan penular rabies dan menggandeng JAAN Domestic serta Humane World for Animals dalam program pencegahan berbasis kesejahteraan hewan di NTT, termasuk wilayah Labuan Bajo.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, memperluas program pencegahan rabies melalui vaksinasi hewan penular rabies dan kerja sama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Domestic Indonesia serta Humane World for Animals. Data terakhir yang tersedia menunjukkan vaksinasi massal telah menjangkau ribuan hewan penular rabies, meski angka 76,6 persen dan 15.196 ekor dalam draf sebelumnya tidak dapat dikonfirmasi dari sumber lain.
Upaya pengendalian rabies di Manggarai Barat menjadi sorotan karena daerah ini merupakan salah satu pintu wisata utama di NTT. Menurut laporan media nasional, hingga Mei 2024 Dinas Peternakan Manggarai Barat telah melakukan vaksinasi anti-rabies terhadap 16.465 hewan penular rabies sebagai bagian dari strategi menekan kasus rabies di kawasan wisata Labuan Bajo dan sekitarnya.
Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil menekankan pentingnya vaksinasi hewan penular rabies serta penanganan medis segera bagi korban gigitan, termasuk pemberian vaksin anti-rabies dan, untuk kondisi tertentu, serum anti-rabies.
Kolaborasi dengan JAAN Domestic
JAAN Domestic Indonesia bersama Humane World for Animals meluncurkan program Bersatu Melawan Rabies: Bersama untuk Kesejahteraan Hewan di Nusa Tenggara Timur pada Maret 2025. Program ini bertujuan mengubah pengendalian dan pencegahan rabies melalui pendidikan dan peningkatan kesejahteraan hewan di seluruh provinsi NTT.
Menurut keterangan resmi JAAN Domestic dan Humane World for Animals, program tersebut awalnya difokuskan pada tiga wilayah percontohan: Kota Kupang, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan yang direncanakan mencakup survei populasi anjing, vaksinasi massal rabies, pelatihan kedokteran hewan tentang pencegahan dan pengendalian rabies, serta edukasi publik mengenai kesejahteraan hewan.
JAAN Domestic juga membangun jaringan komunitas bertajuk NTT Rabies and Animal Welfare Community Network yang melibatkan 33 mitra komunitas, seniman, dan influencer untuk memperkuat edukasi masyarakat tentang rabies dan kesejahteraan hewan di Kota Kupang, Belu, dan Manggarai Barat. Kolaborasi ini disebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran pemilik hewan mengenai vaksinasi rabies dan praktik pemeliharaan hewan yang lebih aman.
Upaya Pemerintah Manggarai Barat
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menempatkan vaksinasi hewan penular rabies sebagai salah satu strategi utama mencegah penularan rabies dan melindungi sektor pariwisata. Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi sebelumnya menegaskan bahwa untuk menciptakan kekebalan populasi, minimal 70 persen dari populasi hewan penular rabies harus divaksin. Instruksi tersebut sejalan dengan standar pengendalian rabies yang digunakan pemerintah daerah.
Selain vaksinasi, pemerintah daerah mengimbau pemilik anjing dan hewan penular rabies lain untuk mengikat atau mengandangkan hewan peliharaan serta melaporkan setiap kasus gigitan kepada petugas terkait. Penanganan terhadap gigitan hewan penular rabies meliputi pencucian luka, pemberian vaksin anti-rabies, dan serum anti-rabies jika diperlukan.
Data yang dihimpun media pada 2023 mencatat prevalensi kasus gigitan hewan penular rabies di Manggarai Barat sebesar 2,95 persen dari Januari hingga Oktober, dengan 667 kasus gigitan dan delapan kasus positif rabies dari populasi hewan penular rabies sekitar 22.574 ekor. Angka tersebut menunjukkan beban kerja yang signifikan bagi tenaga kesehatan hewan dan manusia di wilayah ini.
Konteks Rabies di NTT dan Manggarai Barat
Kasus rabies di NTT beberapa tahun terakhir menjadi perhatian nasional karena berujung pada kematian di sejumlah kabupaten. Manggarai Barat termasuk dalam daerah dengan kasus positif rabies, sehingga pengendalian di wilayah ini dipandang berkaitan dengan citra keamanan destinasi wisata Labuan Bajo.
Laporan mendalam mengenai rabies di NTT menyebut bahwa capaian vaksinasi anjing di Manggarai Barat sempat mendekati ambang 70 persen dari populasi, namun masih memerlukan penguatan agar kekebalan kelompok tercapai secara merata. Di tingkat lokal, pemerintah dan organisasi masyarakat sipil menekankan bahwa vaksinasi dan edukasi publik harus berjalan bersamaan agar pemilik hewan tidak menunda vaksinasi karena kepercayaan terhadap mitos atau informasi yang keliru.
Dengan adanya program gabungan pemerintah, JAAN Domestic, dan Humane World for Animals, Manggarai Barat menjadi salah satu lokasi percontohan peningkatan pengendalian rabies berbasis kesejahteraan hewan. Namun, detail terbaru mengenai jumlah hewan yang telah divaksin pada 2025 di Manggarai Barat, termasuk persentase cakupan 76,6 persen dan angka 15.196 hewan penular rabies yang tercantum dalam draf awal, belum dapat dipastikan dari sumber-sumber independen yang tersedia.
Sumber
- Humane World for Animals – pengumuman program "United Against Rabies: Together for Animal Welfare" di Nusa Tenggara Timur
- Suara Merdeka NTT – "JAAN dan Humane World for Animals Berkolaborasi Luncurkan Program Bersatu Melawan Rabies: Bersama untuk Kesejahteraan Hewan di NTT"
- Timex Kupang – "Butuh Kolaborasi Lawan Rabies di NTT"
- Suara NTT – "JAAN Domestic Perkuat Program Rabies dan Kesejahteraan Hewan di NTT Lewat Kolaborasi Strategis"
- Media Indonesia – "Kasus Rabies Dinilai Hambat Pertumbuhan Pariwisata Labuan Bajo"
- Mongabay Indonesia – "Cegah Penularan, Vaksinasi Massal Rabies Dilakukan di NTT"
- Detik Bali/Nusra – "Rabies Tewaskan 6 Orang di NTT, Anjing Masih Berkeliaran di Labuan Bajo"
- Pos Kupang – "Kasus Gigitan HPR di Manggarai Barat Bertambah Setiap Tahun"
Berita berikutnya

KSOP Labuan Bajo Periksa Kesiapan Kapal Wisata dan Sosialisasikan Keselamatan
KSOP Kelas III Labuan Bajo memeriksa kesiapan kapal wisata dan menyosialisasikan keselamatan pelayaran di perairan Manggarai Barat. KLM Ratana disebut…
Baca juga




