Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Dinkes Manggarai Barat Simulasikan Cek Kesehatan Gratis di Labuan Bajo

Dinas Kesehatan Manggarai Barat menggelar simulasi Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Labuan Bajo pada 13 Februari 2025. Sebanyak 22 warga ikut, sementara kendala alat kesehatan dan internet memperlambat layanan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Labuan Bajo — Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat menggelar simulasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di UPTD Puskesmas Labuan Bajo pada Kamis, 13 Februari 2025. Dalam simulasi itu, 22 warga ikut pemeriksaan, menurut Dinas Kesehatan Manggarai Barat dan laporan media lokal yang mengutip keterangan kepala dinas.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Barat Adrianus Ojo memilih Puskesmas Labuan Bajo sebagai lokasi awal simulasi karena dinilai paling siap dari sisi sumber daya manusia, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Peserta simulasi terdiri atas lima anak usia 1–6 tahun, 18 orang dewasa usia 18–59 tahun, dan satu lansia di atas 60 tahun.

Adrianus mengatakan durasi layanan bergantung pada kesiapan administrasi digital peserta. Warga yang sudah mengunduh aplikasi SATUSEHAT Mobile diperkirakan selesai dalam sekitar 45 menit, sedangkan yang belum mengunduhnya memerlukan sekitar 60 menit.

Alur layanan dan petugas

Simulasi itu melibatkan tenaga kesehatan lintas fungsi untuk menguji alur pemeriksaan dan pencatatan. Petugas yang disiapkan mencakup dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, nutrisionis, petugas surveilans, analis laboratorium medik, dan petugas farmasi.

Menurut Dinas Kesehatan, CKG di Puskesmas Labuan Bajo akan dibuka setiap hari dengan alur pelayanan berdasarkan kelompok siklus hidup. Pemerintah daerah juga mendorong warga melakukan skrining mandiri lewat SATUSEHAT Mobile sebelum datang ke fasilitas kesehatan.

Kepala Puskesmas Labuan Bajo, Relitasia Goreti, mengatakan persiapan layanan telah dilakukan sejak 10 Februari 2025. Ia menyebut simulasi dipakai untuk menata waktu layanan dan sistem antrean agar tidak mengganggu pelayanan rutin puskesmas.

Kendala simulasi

Evaluasi simulasi menemukan belum semua jenis pemeriksaan dapat dilakukan. Adrianus menyebut keterbatasan alat kesehatan dan bahan medis habis pakai menjadi penyebab utama, termasuk untuk sejumlah pemeriksaan fungsi hati, fungsi ginjal, dan USG payudara pada orang dewasa.

Kendala lain datang dari jaringan internet yang kurang stabil sehingga penginputan data melambat. Dinas Kesehatan Manggarai Barat menilai sosialisasi perlu diperluas agar masyarakat memahami penggunaan aplikasi dan alur layanan CKG.

Program CKG di Manggarai Barat melibatkan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, termasuk puskesmas, klinik pratama swasta, dan rumah sakit. Pelaksanaan program ini juga mengikuti ketentuan nasional bahwa layanan bisa dimanfaatkan dalam 30 hari setelah hari ulang tahun peserta.

Di tingkat nasional, program CKG mulai berjalan pada 10 Februari 2025. Pemerintah menempatkan layanan ini sebagai pemeriksaan preventif untuk mendeteksi risiko penyakit lebih dini.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.