Manggarai Barat Finalisasi Rencana Darurat Delapan Bencana
Pemkab Manggarai Barat memfinalisasi RPKB untuk menghadapi delapan ancaman bencana. Komodo, Boleng, dan Mbeliling menjadi kecamatan percontohan KENCANA.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memfinalisasi dokumen Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) di Labuan Bajo pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dokumen ini disiapkan untuk menghadapi delapan ancaman bencana berisiko tinggi di wilayah tersebut.
Risiko yang menjadi perhatian meliputi gempa bumi, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, banjir, gelombang ekstrem dan abrasi, tsunami, serta tanah longsor. RPKB memuat pemetaan sumber daya, mekanisme pengerahan bantuan, pembagian tanggung jawab, dan koordinasi penanganan darurat.
Komodo, Boleng, dan Mbeliling ditetapkan sebagai tiga kecamatan percontohan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA). Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman yang dapat mengganggu warga, jalur transportasi, dan kegiatan wisata di Manggarai Barat.
Rencana darurat menentukan kesiapan kecamatan dan jalur bantuan
Bagi warga dan pelaku perjalanan di Labuan Bajo, rencana ini penting karena penanganan bencana membutuhkan kejelasan siapa yang bertindak, kapan tindakan dilakukan, lokasi penanganan, serta bagaimana bantuan dikoordinasikan. Dokumen tersebut juga memetakan personel, peralatan, dan aset logistik yang dapat dimobilisasi ketika bencana terjadi.
RPKB akan menjadi acuan umum penanganan kedaruratan sekaligus dasar penyusunan rencana kontingensi yang lebih khusus untuk setiap jenis bencana. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat meminta rencana tersebut dapat dilaksanakan dan diuji, lalu diharmonisasikan dengan Bagian Hukum Sekretariat Daerah untuk mendukung penetapannya sebagai regulasi resmi.
Konsultasi publik dan penyerahan dokumen kepada pemerintah daerah dijadwalkan pada 15 Oktober 2026. Tahap ini digunakan untuk menghimpun tanggapan yang lebih luas dan menyempurnakan dokumen sebelum proses penetapan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Terbaru di Manggarai Barat

Berita utama hari ini

Baca juga





