Kabar Labuan Bajo

Rabu, 14 Oktober 2026

Berapa Angka Stunting Manggarai Barat? Ini Cara Membaca Datanya

Angka stunting Manggarai Barat berbeda menurut metode pencatatan dan survei. EPPGBM mencatat 11,3 persen pada 2025, sementara RPJMD memuat seri 8,0 persen pada 2024.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pita pengukur tergulung di atas permukaan meja kayu.
Ilustrasi: Pita pengukur tergulung di atas permukaan meja kayu. · Foto: Jahra Tasfia Reza / Pexels

Prevalensi stunting di Manggarai Barat belum memiliki satu angka tunggal karena sumber dan metode pengukurannya berbeda. Data EPPGBM yang dikutip Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mencatat 11,3 persen pada 2025, sedangkan dokumen RPJMD mencatat 8,0 persen pada 2024 berdasarkan sumber kesehatan daerah.

Mengapa angkanya berbeda?

Perbedaan muncul karena angka 11,3 persen berasal dari EPPGBM, yaitu pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat. Dokumen RPJMD 2025–2029 memakai rangkaian data Profil Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat untuk menyajikan prevalensi balita stunting hingga 2024.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga mengutip hasil Survei Status Gizi Indonesia. Dalam sumber yang sama, prevalensi stunting Manggarai Barat pada SSGI 2024 tercatat 31,1 persen, sehingga angka survei itu tidak dapat disamakan langsung dengan hasil pencatatan EPPGBM.

Berapa angka yang tercatat untuk 2020–2024?

Dokumen RPJMD Kabupaten Manggarai Barat 2025–2029 mencatat prevalensi balita stunting sebesar 17,3 persen pada 2020, 15,1 persen pada 2021, 15,9 persen pada 2022, 8,2 persen pada 2023, dan 8,0 persen pada 2024.

Rangkaian tersebut menunjukkan penurunan dari 17,3 persen pada 2020 menjadi 8,0 persen pada 2024 menurut dokumen RPJMD. Angka ini adalah seri yang digunakan dokumen perencanaan daerah dan bukan pengganti hasil survei dengan metode berbeda.

Apa angka terbaru yang disebut pemerintah daerah?

Portal informasi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyebut prevalensi stunting berdasarkan EPPGBM turun dari 11,8 persen pada 2024 menjadi 11,3 persen pada 2025. Karena tahun pengukuran dan sumber datanya berbeda dari seri RPJMD, angka itu perlu dibaca sebagai pembaruan pencatatan administratif.

Dalam publikasi tersebut, Dinas Kesehatan juga menyebut hasil SSGI 2024 sebesar 31,1 persen. SSGI, EPPGBM, dan Profil Kesehatan tidak menghasilkan angka yang otomatis dapat dibandingkan satu banding satu.

Apa arti angka ini bagi kebijakan di Manggarai Barat?

Angka stunting dipakai untuk menilai masalah gizi balita dan menentukan intervensi kesehatan serta perlindungan sosial. Dokumen RPJMD menyebut stunting sebagai tantangan pembangunan sumber daya manusia, sementara portal pemerintah daerah menekankan perlunya kerja kolaboratif untuk menurunkannya.

Untuk membaca perkembangan di kecamatan dan desa, pembaca perlu mencatat selalu tiga hal: sumber data, metode pengukuran, dan tahun pencatatan. Tanpa tiga keterangan itu, perbandingan angka stunting Manggarai Barat dapat menyesatkan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Manggarai Barat

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.