Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 10 Oktober 2026

Mengapa Labuan Bajo Menyiapkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal?

Pemkab Manggarai Barat menyiapkan LLTT di Kecamatan Komodo. Data awal mencatat 201 pelanggan, dengan penyedotan yang dirancang setiap tiga tahun sekali.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tutup lubang utilitas bundar dari besi di atas susunan paving block merah.
Ilustrasi: Tutup lubang utilitas bundar dari besi di atas susunan paving block merah. · Foto: Michał Robak / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Cipta Karya Tata Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKTRPKP) bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPPK) Nusa Tenggara Timur mematangkan penerapan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di Kecamatan Komodo pada Senin, 6 Juli 2026.

LLTT menjawab kebutuhan layanan penyedotan tangki septik yang saat ini masih berjalan dengan pola on call. Data awal mencatat 201 pelanggan, terdiri atas 142 titik rumah tangga, 28 titik perhotelan, dan 31 titik perkantoran. Mayoritas pelanggan berada di Kecamatan Komodo, yang mencakup dua kelurahan dan empat desa dalam kota.

Dalam rancangan baru, penyedotan dilakukan setiap tiga tahun sekali. Pengurasan ditetapkan sebesar 80 persen dari kapasitas tangki septik, sementara 20 persen sisanya dipertahankan sebagai bakteri bio-starter. Pola pengangkutan langsung dipilih karena jarak pelayanan terjauh mencapai 15 kilometer dan akses jalannya relatif baik.

LLTT menata layanan sanitasi di Kecamatan Komodo

Bagi warga, pengaturan ini membuat layanan sanitasi lebih terencana, terutama di kawasan yang menampung rumah tangga, hotel, penginapan, pelabuhan, fasilitas pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan perkantoran swasta. Pemerintah juga dapat menata data pelanggan, kebutuhan armada, serta jadwal pelayanan berdasarkan wilayah.

Sebelum pola terjadwal diterapkan, frekuensi penyedotan masih bervariasi antara satu hingga tiga kali per tahun sesuai kebutuhan pelanggan. Pengangkutan dilakukan dari Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) menuju pelanggan dan kembali ke IPLT. Satu unit truk tinja berkapasitas 4 meter kubik melayani rata-rata dua hingga tiga ritasi harian.

Rencana LLTT difokuskan pada enam kelurahan/desa di Kecamatan Komodo. Pemerintah daerah masih melakukan reviu tarif retribusi yang akan dihitung setiap tiga tahun sekali melalui empat kategori perhitungan berdasarkan simulasi yang telah disepakati.

Tahap berikutnya mencakup Focus Group Discussion (FGD) tahap II, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) teknis dan administrasi secara bertahap, optimalisasi armada truk tinja, serta pemasaran layanan hingga tingkat desa melalui pemasaran digital dan kerja sama lintas sektor.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Manggarai Barat

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.