Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Mai Hang Food Festival Perdana Angkat Kuliner Labuan Bajo

Mai Hang Food Festival perdana digelar di Plaza Marina Labuan Bajo pada 14 Desember 2024. BPOLBF menyebut kegiatan kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan IFPRO itu sebagai ruang promosi kuliner lokal dan penguatan ekonomi UMKM.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Mai Hang Food Festival pertama kali digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 14 Desember 2024 di area taman belakang Plaza Marina Labuan Bajo. Kegiatan yang menghadirkan bazar kuliner ini menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha makanan dan minuman lokal.

Menurut keterangan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), festival tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan dengan BPOLBF dan Indonesia Ferry Properti (IFPRO). Acara berlangsung pada sore hari dan menyasar warga Labuan Bajo serta wisatawan yang berada di kawasan itu.

BPOLBF mencatat sekitar 1.000 hingga 1.500 pengunjung hadir dalam gelaran Mai Hang Food Festival. Panitia menyiapkan area piknik, ruang bermain anak, serta penampilan musisi lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata kuliner bagi pengunjung.

Data resmi BPOLBF menyebutkan sebanyak 27 pelaku UMKM kuliner lokal Labuan Bajo berpartisipasi dalam bazar tersebut. Mereka menjajakan beragam makanan dan minuman olahan khas daerah dan produk kekinian, dengan total penjualan UMKM mencapai Rp39.764.000 selama satu hari pelaksanaan.

Ruang promosi kuliner lokal

Dalam penjelasan BPOLBF, Mai Hang Food Festival dirancang untuk menggali dan mempromosikan kuliner Labuan Bajo sekaligus menyatukan masyarakat dalam pengalaman keberagaman rasa dan budaya kuliner. Festival ini juga dimaksudkan mendukung ekonomi lokal melalui peningkatan penjualan pelaku usaha kecil serta menghadirkan hiburan bagi pengunjung.

Labuanbajotoday.com mencatat bahwa penyelenggaraan perdana Mai Hang Food Festival pada Desember 2024 mempertemukan 32 pelaku UMKM dengan lebih dari 1.500 pengunjung, dengan perputaran ekonomi sekitar Rp45 juta hingga Rp50 juta. Media lokal tersebut merangkum data itu sebagai capaian awal sebelum festival dikembangkan menjadi agenda tahunan.

Perbedaan jumlah UMKM dan nilai transaksi antara catatan resmi BPOLBF dan laporan media lokal menunjukkan adanya variasi data mengenai capaian ekonomi festival. Namun kedua sumber sama-sama menempatkan Mai Hang Food Festival sebagai salah satu upaya memperkuat promosi kuliner dan membuka akses pasar bagi pelaku usaha di Labuan Bajo.

Terhubung dengan promosi gastronomi

BPOLBF mengaitkan pengembangan festival kuliner dengan promosi gastronomi Labuan Bajo Flores. Melalui berbagai publikasi dan program, lembaga ini menyebut potensi kuliner sebagai unsur penting dalam pengembangan destinasi dan pengalaman wisata di kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo.

Dalam siaran resminya, BPOLBF menegaskan komitmen mengintegrasikan potensi kuliner dalam program pengembangan destinasi, termasuk pelatihan pelaku UMKM kuliner, festival makanan lokal, dan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas. Mai Hang Food Festival disebut sebagai bagian dari rangkaian event kreatif yang mendorong wisatawan mengenal makanan lokal selain daya tarik alam dan bahari.

Labuanbajotoday.com menempatkan Mai Hang Food Festival sebagai salah satu event yang berkontribusi pada perputaran ekonomi sektor kuliner di Labuan Bajo. Festival ini kemudian diadaptasi dan dikembangkan dalam penyelenggaraan berikutnya di kawasan lain seperti Natas Parapuar, dengan format bazar kuliner dan ragam aktivitas pendukung.

Dengan posisi tersebut, Mai Hang Food Festival menjadi bagian dari upaya jangka panjang mempromosikan gastronomi Labuan Bajo Flores. Kegiatan ini menyediakan ruang pertemuan langsung antara pelaku UMKM dan konsumen, sekaligus menjadi sarana memperlihatkan variasi olahan bahan pangan lokal kepada wisatawan nusantara dan mancanegara.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.