Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Labuan Bajo Perlu Menata Wisata Bahari dan Pemanfaatan Laut

Sejumlah kajian akademik dan rekomendasi kebijakan menilai Labuan Bajo perlu menata wisata bahari dan pemanfaatan laut dengan prinsip keberlanjutan dan ekonomi biru, agar pertumbuhan kunjungan tetap sejalan dengan perlindungan lingkungan…

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 4 menit baca

Labuan Bajo — Kajian akademik dan sejumlah rekomendasi kebijakan menempatkan pengelolaan wisata bahari, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai unsur penting untuk menjaga Labuan Bajo dan kawasan sekitarnya sebagai destinasi berkelanjutan.

Artikel ilmiah berjudul Upaya Menjaga Labuan Bajo sebagai Sustainable Tourism melalui Prinsip Sustainability dan Blue Economy yang diterbitkan dalam Jurnal Triwikrama membahas Labuan Bajo sebagai destinasi yang perlu dikelola dengan prinsip keberlanjutan dan ekonomi biru.

Penulis, Karin Amari Upa dan Mashita Dewi Tidore, menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk menelaah strategi menjaga keseimbangan antara daya tarik wisata dan kelestarian lingkungan di Labuan Bajo dan akses menuju Taman Nasional Komodo.

Dalam artikel tersebut, pengembangan wisata bahari dan pemanfaatan sumber daya laut dipandang sama-sama membutuhkan tata kelola yang jelas agar tidak mengurangi nilai ekologis yang menjadi dasar ekonomi pesisir. Penulis mengusulkan promosi wisata yang bertanggung jawab, pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal sebagai langkah menjaga keberlanjutan destinasi.

Tekanan wisata dan perlindungan lingkungan

Kajian Triwikrama menyoroti bahwa peningkatan jumlah wisatawan membawa manfaat ekonomi sekaligus tantangan bagi lingkungan, termasuk persoalan sampah dari aktivitas wisata. Sampah dan tekanan terhadap ekosistem pesisir disebut berpotensi mengganggu keberlanjutan pariwisata jika tidak dikelola dengan baik.

Isu serupa muncul dalam sebuah policy brief tentang pengembangan pariwisata Labuan Bajo yang menekankan perlunya kebijakan tegas terkait pengelolaan sampah, konservasi sumber daya alam, serta pengendalian dampak negatif pariwisata terhadap ekosistem. Dokumen itu mendorong penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan, penggunaan energi terbarukan, pengurangan emisi, dan pelibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi.

Policy brief yang sama menggarisbawahi pentingnya kebijakan yang menjamin keberlanjutan ekosistem Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, termasuk langkah membatasi jumlah kunjungan wisatawan per hari sesuai daya dukung lingkungan serta pengembangan wisata berbasis ekologi yang melibatkan masyarakat lokal.

Data kunjungan wisatawan menunjukkan besarnya aktivitas wisata di Labuan Bajo. Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat mencatat 411.349 wisatawan berkunjung sepanjang 2024, terdiri atas 181.586 wisatawan nusantara dan 229.763 wisatawan mancanegara. Angka ini menggambarkan tekanan aktivitas wisata terhadap infrastruktur dan lingkungan di sekitar Labuan Bajo.

Pengaturan kegiatan laut dan peran masyarakat

Kajian Triwikrama menempatkan Labuan Bajo sebagai destinasi yang perlu dikelola dengan prinsip keberlanjutan dan ekonomi biru, dengan menekankan keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penulis menyatakan bahwa menjaga Labuan Bajo sebagai destinasi berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat lokal, pemangku kepentingan, dan dukungan pemerintah.

Prinsip tersebut relevan bagi pengaturan kegiatan di laut, termasuk wisata bahari dan pemanfaatan sumber daya perikanan. Dalam kerangka ekonomi biru, laut dipandang sebagai sumber daya yang harus dikelola agar manfaat ekonomi dapat berjalan seiring perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Policy brief tentang Labuan Bajo juga merekomendasikan penyusunan kebijakan tata kelola pariwisata terpadu, penguatan koordinasi antar-pemangku kepentingan, peningkatan pemberdayaan masyarakat lokal, serta penerapan kebijakan pariwisata berbasis lingkungan. Rekomendasi ini memberi dasar bagi pengaturan zonasi dan tata laksana kegiatan wisata bahari, meski rincian teknis zonasi penyelaman atau area penangkapan ikan tidak diuraikan dalam dokumen yang sama.

Selain itu, kajian lain mengenai program Signing Blue oleh WWF Indonesia di Labuan Bajo menunjukkan bahwa inisiatif pariwisata bahari berkelanjutan dapat diarahkan pada perlindungan dan pemulihan ekosistem pesisir dan laut, peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, serta advokasi kebijakan pariwisata yang pro-lingkungan. Program tersebut bertujuan mengembangkan pariwisata bahari ramah lingkungan dengan melibatkan komunitas lokal dalam konservasi dan mata pencaharian alternatif.

Konteks Labuan Bajo sebagai kawasan superprioritas

Labuan Bajo merupakan ibu kota Kabupaten Manggarai Barat di bagian barat Pulau Flores dan menjadi pintu masuk utama menuju Taman Nasional Komodo. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu destinasi utama di Nusa Tenggara Timur dengan daya tarik berupa habitat komodo dan sejumlah lokasi wisata di dalam taman nasional.

Penetapan Labuan Bajo sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional superprioritas mengacu pada Surat Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Nomor S-54/Menko/Maritim/VI/2016 tertanggal 29 Juni 2016. Surat ini menetapkan lima KSPN superprioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo. Status superprioritas mendorong percepatan pengembangan infrastruktur dan promosi wisata, sekaligus memperbesar kebutuhan pengelolaan lingkungan dan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan.

Dalam kerangka tersebut, berbagai kajian mengingatkan bahwa pengembangan investasi pariwisata perlu diselaraskan dengan prinsip keberlanjutan agar daya tarik ekologis dan sosial kawasan tetap terjaga. Pengaturan kegiatan wisata, termasuk di laut, dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi pariwisata dan kelestarian lingkungan serta peran masyarakat lokal.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.