KSP Kopdit Obor Mas Alokasikan Rp200 Juta Bantuan Gempa Flores
KSP Kopdit Obor Mas menyiapkan dana bantuan Rp200 juta untuk anggota dan warga terdampak gempa magnitudo 7,7 di Palue, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Mbay — KSP Kopdit Obor Mas mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp200 juta untuk anggota dan masyarakat terdampak gempa bumi di empat wilayah, yakni Palue di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Pengurus koperasi menyebut bantuan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap anggota dan warga yang rumahnya rusak akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut laporan Floresa.net yang terbit pada 7 September 2026, alokasi Rp200 juta itu disiapkan untuk penyaluran bantuan di empat wilayah terdampak gempa tersebut.
Alokasi dan sasaran bantuan
Floresa.net menyebut total alokasi dana bantuan dari KSP Kopdit Obor Mas sebesar Rp200 juta untuk Palue, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Laporan itu menjelaskan bahwa bantuan ditujukan kepada anggota koperasi dan warga sekitar yang terdampak, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan.
Namun, rincian pembagian dana untuk masing-masing wilayah belum dijabarkan dalam laporan tersebut.
Rincian bantuan di Nagekeo
Di Kabupaten Nagekeo, bantuan diberikan kepada 149 anggota KSP Kopdit Obor Mas yang rumahnya mengalami kerusakan ringan maupun berat akibat gempa.
Masih menurut Floresa.net, setiap anggota penerima di Nagekeo memperoleh bantuan senilai Rp600.000.
Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk paket bahan pokok dan uang transportasi untuk mendukung kebutuhan dasar para anggota yang terdampak.
Jika dihitung berdasarkan jumlah penerima dan nilai bantuan per orang, total nilai bantuan yang teridentifikasi untuk anggota di Nagekeo mencapai sekitar Rp89,4 juta.
Laporan Floresa.net tidak menjelaskan apakah angka itu mencakup seluruh bantuan yang disalurkan di Nagekeo atau hanya bantuan langsung yang diterima oleh 149 anggota koperasi.
Pernyataan pengurus dan penerima
General Manager KSP Kopdit Obor Mas Leonardus Frediyanto Moat Lering mengatakan bantuan tersebut bukan dimaksudkan sebagai solusi atas seluruh persoalan yang dihadapi warga terdampak gempa.
Ia menyebut bantuan itu sebagai wujud kepedulian koperasi terhadap anggota dan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan setelah bencana.
Salah satu anggota penerima bantuan di Nagekeo, Lorens Da Costa, menuturkan bahwa bantuan sembako dan dukungan transportasi membantu keluarganya yang rumahnya mengalami kerusakan dan belum dapat beraktivitas normal.
Konteks gempa Flores dan wilayah terdampak
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores dan sejumlah kabupaten di NTT pada 15 Agustus 2026.
Menurut laporan BBC News Indonesia, korban jiwa dan kerusakan rumah terjadi di beberapa kabupaten, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, dan Manggarai Barat, serta wilayah Pulau Palue di Kabupaten Sikka.
Dalam pemberitaan yang sama, tim penyelamat dilaporkan mencapai Desa Nitung di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, yang sempat terisolasi setelah gempa.
Sejumlah laporan lain menyebutkan bahwa bantuan kemanusiaan dari pemerintah dan berbagai organisasi mulai mengalir ke wilayah terdampak di Flores, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, dan Manggarai Barat.
Di tengah berbagai penyaluran bantuan tersebut, program Rp200 juta dari KSP Kopdit Obor Mas menjadi salah satu dukungan dari sektor koperasi untuk anggota dan masyarakat yang terdampak di empat wilayah sasaran.
Sumber
Berita berikutnya
NTT Usulkan BTT APBD Perubahan 2026 Naik Jadi Rp73,35 Miliar
Pemprov NTT mengusulkan kenaikan BTT dalam rancangan perubahan APBD 2026 menjadi Rp73,35 miliar untuk penanganan dan pemulihan pascagempa Flores. Usul…
Baca juga


