Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

KSOP Labuan Bajo Klaim Rasio Kecelakaan Kapal Turun Jadi 0,019 Persen

KSOP Kelas III Labuan Bajo mencatat rasio kecelakaan kapal turun dari 0,048 persen pada 2021 menjadi 0,019 persen hingga akhir September 2025.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menyatakan rasio kecelakaan kapal di kawasan pelayaran Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo menurun dalam beberapa tahun terakhir, dari 0,048 persen pada 2021 menjadi 0,019 persen hingga akhir September 2025, menurut Kepala KSOP Stephanus Risdiyanto.

Dalam pernyataan yang dimuat sejumlah media, Stephanus menjelaskan rasio kecelakaan dihitung berdasarkan perbandingan jumlah keberangkatan kapal yang memperoleh Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan total insiden kecelakaan yang tercatat.

Data rasio kecelakaan yang dia uraikan sebagai berikut:

  • 2021: 0,048 persen.
  • 2022: 0,045 persen.
  • 2023: 0,036 persen.
  • 2024: 0,028 persen.
  • Hingga akhir September 2025: 0,019 persen.

Menurut penjelasan dia dalam pemberitaan, angka 0,019 persen setara dengan sekitar dua insiden dalam setiap 100 ribu keberangkatan kapal.

Pelatihan dan patroli keselamatan

Penurunan rasio kecelakaan di Labuan Bajo dikaitkan KSOP dengan program edukasi keselamatan pelayaran kepada awak kapal, latihan keselamatan, dan peningkatan patroli di perairan pelabuhan.

Dalam laporan media nasional, Stephanus menyebut pihaknya memberikan edukasi berulang mengenai keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelayaran kepada nahkoda dan awak kapal, termasuk pentingnya ketaatan terhadap aturan dan dokumen pelayaran seperti SPB.

Dokumen kinerja internal KSOP Kelas III Labuan Bajo untuk tahun 2025 mencatat pelaksanaan operasi patroli di perairan pelabuhan mencapai sekitar 98 persen dari target, sebagai bagian dari tugas pengawasan keselamatan kapal yang keluar-masuk pelabuhan, kapal sandar, dan kapal berlabuh.

KSOP juga menyiapkan bahan koordinasi dan bantuan pencarian dan pertolongan, penanggulangan pencemaran laut, serta pencegahan dan pemadaman kebakaran di perairan pelabuhan, menurut dokumen yang sama.

Insiden kapal wisata dan konteks kecelakaan

Meski rasio kecelakaan kapal secara statistik disebut menurun, insiden darurat pelayaran di Labuan Bajo tetap terjadi sepanjang 2024–2025.

Laporan media lokal mencatat beberapa insiden kapal wisata, termasuk kebakaran kapal di perairan Taman Nasional Komodo dan tenggelamnya kapal wisata yang menyebabkan korban jiwa pada akhir 2025.

Dalam salah satu laporan, KSOP Labuan Bajo menjelaskan bahwa tidak semua kecelakaan pelayaran berujung fatal, dan pada 2023–2024 tidak tercatat korban jiwa dalam kecelakaan pelayaran wisata di wilayah pengawasan mereka.

Data KSOP yang dikutip media menggambarkan tren penurunan rasio kecelakaan dari 0,048 persen pada 2021 menjadi 0,036 persen pada 2023, lalu 0,028 persen pada 2024 dan 0,019 persen hingga akhir September 2025, seiring peningkatan jumlah keberangkatan kapal wisata.

KSOP mengaitkan tren tersebut dengan kombinasi pengawasan dokumen pelayaran, edukasi keselamatan, peningkatan patroli, serta koordinasi dengan unsur maritim lain dan tim pencarian dan pertolongan ketika terjadi keadaan darurat.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.