Australia Disasar Jadi Pasar Utama Labuan Bajo dan Parapuar
Kemenparekraf menjadikan Australia sebagai pasar potensial bagi Labuan Bajo. Strategi berfokus pada pembukaan rute udara langsung, penguatan destinasi Parapuar dan Natas Parapuar, serta pengembangan wisata berkualitas.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 4 menit baca
Labuan Bajo — — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Australia ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dengan strategi penguatan konektivitas udara dan pengembangan destinasi berbasis quality tourism.
Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dwi Marhen Yono, menyebut Australia sebagai pasar wisatawan yang mulai tumbuh untuk Labuan Bajo dan Flores bagian barat, serta berharap ada pembukaan rute penerbangan langsung dari Australia menuju Bandara Komodo di Labuan Bajo.
Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah kegiatan promosi pariwisata di Bali pada Agustus 2025, ketika Dwi menyebut Labuan Bajo dan Nusa Tenggara Timur telah siap menyambut wisatawan dengan infrastruktur yang dinilai memadai.
411 Ribu Wisatawan ke Labuan Bajo pada 2024
Data kunjungan yang dipakai pemerintah untuk membaca peluang pasar Australia merujuk pada total wisatawan ke Labuan Bajo pada 2024.
Menurut Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo sepanjang 2024 tercatat 411.349 orang, turun dari 423.847 orang pada 2023.
Data itu merinci 181.586 wisatawan nusantara dan 229.763 wisatawan mancanegara sepanjang 2024, dengan komposisi wisatawan asing sekitar 56 persen dari total kunjungan.
Angka 411 ribu wisatawan menggambarkan skala kunjungan secara keseluruhan, bukan khusus wisatawan Australia.
Dalam sejumlah pernyataan pejabat dan dokumen resmi, tidak disebutkan berapa jumlah wisatawan Australia yang datang ke Labuan Bajo maupun target angka yang hendak dicapai dari pasar tersebut.
Konektivitas dan Rencana Penerbangan
Upaya menjadikan Australia sebagai pasar utama Labuan Bajo berkaitan dengan rencana pembukaan rute udara langsung.
Dalam wawancara yang dimuat media nasional pada awal Agustus 2025, Dwi Marhen Yono menyatakan pemerintah mendorong maskapai, salah satunya AirAsia, agar menjadi pionir penerbangan langsung Labuan Bajo–Australia.
Selama ini, konektivitas Labuan Bajo ditopang penerbangan domestik dari Jakarta dan Bali, serta satu rute internasional dari Kuala Lumpur.
Labuan Bajo juga disebut dalam beberapa pemberitaan sebagai bagian dari jaringan rute wisata yang menghubungkan destinasi lain di Nusa Tenggara Timur.
Dwi menyebut penguatan jaringan tersebut diharapkan memperpanjang masa tinggal wisatawan asing karena mereka dapat mengunjungi lebih dari satu kota di Flores dan NTT dalam satu perjalanan.
Parapuar dan Natas Parapuar sebagai Daya Tarik Baru
Selain Kawasan Taman Nasional Komodo, pemerintah mengembangkan Parapuar sebagai destinasi baru di Labuan Bajo.
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyusun pengembangan Parapuar dengan konsep wisata berbasis alam dan budaya, yang menggabungkan unsur etnografi, ekologi, edukasi, dan budaya.
Salah satu titik yang dikembangkan adalah Natas Parapuar, yang dirancang sebagai area pandang (view point) dan ruang kegiatan publik.
Dokumen kinerja BPOLBF tahun 2024 menyebut pembangunan fisik Natas Parapuar rampung pada Agustus 2024 dan diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Sejak diaktifkan, Natas Parapuar mulai menarik kunjungan wisatawan lokal, nasional, dan asing yang ingin menikmati pemandangan Labuan Bajo.
BPOLBF dan investor swasta kemudian mengembangkan kawasan Parapuar untuk wisata kebugaran dan agrowisata, dengan fasilitas seperti glamping, klub kebugaran, dan sarana olahraga.
Quality Tourism Jadi Arah Pengembangan
Dalam berbagai dokumen perencanaan, BPOLBF dan Kementerian Pariwisata menempatkan Labuan Bajo dan Parapuar dalam kerangka pengembangan quality tourism atau wisata berkualitas.
Quality tourism dimaknai sebagai pengembangan destinasi yang mengutamakan pengalaman wisatawan, keberlanjutan lingkungan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan.
BPOLBF menempatkan penguatan amenitas di Parapuar, termasuk penataan Natas Parapuar, sebagai bagian dari strategi menarik wisatawan yang tinggal lebih lama dan berbelanja lebih banyak.
Konsep ini sejalan dengan kebijakan nasional sektor pariwisata yang menargetkan peningkatan kontribusi pariwisata terhadap PDB dan devisa, dengan menitikberatkan pada destinasi yang memiliki karakter alam dan budaya yang kuat.
Dalam konteks itu, pasar Australia dipandang potensial karena kedekatan geografis dengan Nusa Tenggara Timur dan tradisi wisata luar ruang yang kuat, meski data rinci tentang kunjungan wisatawan Australia ke Labuan Bajo belum dipublikasikan secara terbuka.
Sumber
Berita berikutnya

KSOP Labuan Bajo Periksa Kesiapan Kapal Wisata dan Sosialisasikan Keselamatan
KSOP Kelas III Labuan Bajo memeriksa kesiapan kapal wisata dan menyosialisasikan keselamatan pelayaran di perairan Manggarai Barat. KLM Ratana disebut…
Baca juga




