Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Kemenkes Aktifkan 9 HEOC dan RS Lapangan Pascagempa NTT

Kementerian Kesehatan mengaktifkan sembilan Health Emergency Operation Center dan mendirikan rumah sakit lapangan di Nagekeo serta Manggarai untuk memulihkan layanan kesehatan pascagempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Labuan Bajo — Kementerian Kesehatan mengaktifkan sembilan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk mengoordinasikan penanganan krisis kesehatan pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.

Menurut siaran pers Kemenkes pada 16 Agustus 2026, aktivasi HEOC dilakukan di satu tingkat pusat/provinsi dan delapan kabupaten/kota terdampak untuk memperkuat koordinasi, pemantauan situasi, serta memastikan kebutuhan layanan kesehatan di lapangan dapat segera ditangani.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pemulihan difokuskan pada pengembalian fungsi rumah sakit dan puskesmas yang rusak akibat gempa, terutama di wilayah dengan kerusakan berat seperti Kabupaten Nagekeo dan Manggarai.

Fokus pada RSUD Nagekeo dan RS Lapangan

Kemenkes menyebut RSUD Nagekeo mengalami kerusakan berat sehingga pelayanan di dalam gedung tidak dapat dilakukan secara normal.

Untuk menjaga keberlanjutan layanan kegawatdaruratan dan medis dasar, Kemenkes merencanakan pengiriman satu set rumah sakit mobil berfasilitas operasi ke RSUD Nagekeo pada Senin, 17 Agustus 2026.

Selain itu, Kemenkes mendirikan rumah sakit lapangan di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, dan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Pendirian rumah sakit lapangan berbasis tenda ini dimaksudkan untuk memindahkan layanan ke lokasi yang lebih aman dari potensi gempa susulan sekaligus memperkuat kapasitas pelayanan di daerah yang terdampak berat.

Kemenkes juga mengerahkan tim tenaga cadangan kesehatan dan Emergency Medical Team (EMT) komposit untuk membantu pelayanan di fasilitas-fasilitas tersebut.

Aktivasi HEOC dan Koordinasi Lintas Instansi

Dalam penjelasan resmi, Kemenkes menyatakan HEOC bertugas mengumpulkan dan memutakhirkan data korban, memetakan kerusakan fasilitas kesehatan, serta mengidentifikasi kebutuhan obat, alat kesehatan, dan tenaga medis di daerah terdampak.

HEOC di tingkat kabupaten/kota dikembangkan di dinas kesehatan setempat sebagai pusat komando respons kesehatan darurat.

Tim HEOC bekerja bersama dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta instansi lain untuk memastikan distribusi tenaga medis, obat-obatan, dan logistik kesehatan berjalan sesuai kebutuhan.

Menurut pemberitaan media nasional yang mengutip Kemenkes, HEOC juga melakukan pemutakhiran data dua kali sehari untuk mendukung pengambilan keputusan cepat di lapangan.

Target Pemulihan Layanan

Kemenkes menargetkan rumah sakit umum daerah dan puskesmas yang terdampak gempa dapat kembali memberikan layanan dasar dalam kurun sekitar satu hingga dua minggu setelah bencana.

Target tersebut mencakup pemulihan layanan operasi trauma, kesehatan ibu dan anak, serta layanan dasar lain seperti pemeriksaan kehamilan, persalinan, dan imunisasi.

Di Nagekeo, rumah sakit lapangan di RSUD Aeramo dan rumah sakit mobil yang dikirim ke RSUD Nagekeo menjadi bagian dari strategi pemulihan bertahap, yakni menjaga layanan dasar tetap berjalan sembari memulihkan kapasitas fasilitas kesehatan yang rusak.

Di Manggarai, rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng diperkuat dengan tenaga cadangan kesehatan dan dukungan logistik untuk menangani lonjakan pasien dari wilayah terdampak lain di sekitarnya.

Dampak Gempa di NTT Barat

Gempa magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Nagekeo menyebabkan kerusakan fasilitas kesehatan di beberapa kabupaten, termasuk Nagekeo, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, Ende, dan Flores Timur.

Data yang dihimpun dari Kemenkes dan laporan media menyebut sejumlah rumah sakit dan puluhan puskesmas mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, dari rusak ringan hingga rusak berat.

RSUD Nagekeo dan fasilitas kesehatan di Manggarai dilaporkan sebagai yang paling terdampak, sehingga membutuhkan dukungan tambahan berupa rumah sakit lapangan, rumah sakit mobil, dan tenaga medis dari luar daerah.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.