Kabar Labuan Bajo

Senin, 21 September 2026

Gempa M5,2 Guncang Manggarai, Terasa hingga Manggarai Barat

Gempa bermagnitudo 5,2 terjadi di laut pada Selasa, 8 September 2026, dengan pusat guncangan sekitar 60 kilometer timur laut Ruteng.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Foto ini diambil di Kampung Kondas: , Desa Tiwu Riwung(Etnis Kempo), Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Flores- Nusa Tenggara Timur , indonesia I…
Foto arsip: Foto ini diambil di Kampung Kondas: , Desa Tiwu Riwung(Etnis Kempo), Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Flores- Nusa Tenggara Timur , indonesia Indonesia. · Foto: Starman 008 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Labuan BajoGempa bumi bermagnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 12.40 Wita. Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikutip sejumlah media, pusat gempa berada di laut, sekitar 60 kilometer timur laut Ruteng, dengan kedalaman 10 kilometer.

Episenter gempa tercatat pada koordinat 8,08 derajat Lintang Selatan dan 120,56 derajat Bujur Timur. Guncangan dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah di Flores dan sekitarnya.

Menurut laporan BMKG yang dikutip TVRINews, getaran dirasakan dengan intensitas III–IV MMI di Kabupaten Manggarai. Sementara itu, di Manggarai Barat, Nagekeo, dan Ngada, gempa dirasakan pada skala III MMI. Di Sumba Timur, intensitas yang dirasakan berada pada skala II–III MMI.

Data gempa

  • Magnitudo: 5,2
  • Waktu: Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 11.40.29 WIB atau 12.40.29 Wita
  • Lokasi: laut, sekitar 60 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai
  • Kedalaman: 10 kilometer
  • Koordinat: 8,08° LS dan 120,56° BT

BMKG menyatakan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Sejumlah laporan media yang mengutip informasi resmi BMKG juga menyebutkan hingga siang hari belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut.

Kewaspadaan di Manggarai Barat

Dalam keterangan yang dikutip media, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan untuk tetap waspada, menjauhi bangunan yang retak atau mudah runtuh, dan memastikan jalur evakuasi dikenali dengan baik. Imbauan ini berlaku bagi warga di Manggarai, Manggarai Barat, dan kabupaten lain di Flores yang merasakan getaran.

BMKG juga meminta warga memeriksa kondisi lingkungan setelah gempa dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah apabila terjadi perubahan aktivitas kegempaan. Masyarakat diingatkan agar tidak terpancing informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi.

Konteks rangkaian gempa Flores

Gempa 8 September 2026 terjadi dalam konteks rangkaian aktivitas kegempaan di wilayah Flores. Dalam pemberitaan mengenai aktivitas susulan, BMKG disebut mencatat ribuan gempa susulan setelah gempa besar yang mengguncang kawasan Flores pada 15 Agustus 2026.

Gempa terbaru berpusat di laut, sekitar 60 kilometer timur laut Ruteng, tetapi getarannya dirasakan hingga Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, dan Sumba Timur dengan intensitas yang berbeda. Data ini menunjukkan wilayah yang merasakan guncangan lebih luas daripada lokasi episenter, meskipun laporan awal dari BMKG dan media belum mencatat adanya dampak fisik yang signifikan.

Warga di Flores bagian barat dan wilayah sekitarnya diimbau untuk terus mengikuti pembaruan resmi BMKG mengenai aktivitas gempa, memeriksa kondisi bangunan yang sering terpapar guncangan, dan berkoordinasi dengan aparat setempat bila diperlukan langkah evakuasi.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.