DPRD Manggarai Barat Dorong Rehabilitasi Pasar Batu Cermin
DPRD Manggarai Barat mendorong rehabilitasi Pasar Rakyat Batu Cermin di Labuan Bajo setelah menilai kondisi sejumlah fasilitas pasar memprihatinkan. Pembahasan dengan pemerintah daerah akan mencakup perbaikan, sewa lapak, dan anggaran.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 2 menit baca
Labuan Bajo — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat mendorong rehabilitasi Pasar Rakyat Batu Cermin di Labuan Bajo setelah menilai kondisi sejumlah fasilitas pasar memprihatinkan. Wakil Ketua II DPRD Manggarai Barat, Sewargading S. J. Putera, mengatakan pembahasan dengan pemerintah daerah perlu mencakup perbaikan fisik, sewa lapak, dan kebutuhan anggaran.
Dalam laporan FloresPos.net yang terbit pada 8 September 2026, Sewargading menyebut kerusakan tidak hanya terjadi pada fasilitas pasar secara umum, tetapi juga pada petak penjualan pakaian. Ia menilai kondisi itu dapat mengganggu rasa aman dan nyaman pedagang serta pembeli.
DPRD Manggarai Barat, menurut laporan itu, akan membahas kondisi Pasar Batu Cermin bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Pembahasan diarahkan pada kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi fasilitas pasar dan penataan biaya sewa lapak.
Persoalan sewa menjadi salah satu sorotan karena sebelumnya pedagang mengeluhkan besaran biaya petak jualan. Dalam laporan yang sama, DPRD juga berharap pembahasan dengan pemerintah daerah menyentuh tarif sewa petak pakaian yang dinilai menjadi beban pedagang.
Pedagang Mengeluhkan Biaya dan Kondisi Usaha
FloresPos.net dalam laporan lain pada periode yang sama menyebut pedagang Pasar Batu Cermin mengeluhkan tingginya sewa petak jualan. Media itu juga melaporkan omzet pedagang pakaian menurun dan sebagian pedagang disebut meninggalkan pasar.
Sewargading menyinggung beberapa kemungkinan penyebab turunnya omzet, termasuk melemahnya daya beli masyarakat dan persaingan dengan penjualan barang melalui platform daring. Ia menilai persoalan itu perlu dibaca sebagai dinamika pasar, tetapi fasilitas dan pengelolaan sewa tetap harus dibahas agar kepentingan pedagang dan pembeli seimbang.
Dalam tanggapannya, Sewargading juga menolak gagasan pembongkaran Pasar Batu Cermin untuk dibangun menjadi ruko atau bentuk bangunan lain apabila pelaksanaannya hanya bersifat singkat. Ia menyampaikan pandangan itu bersama anggota DPRD Manggarai Barat, Martinus Mitar.
Pasar Rakyat Batu Cermin berada di kawasan Labuan Bajo dan menjadi salah satu pasar harian yang melayani kebutuhan warga setempat. Sejumlah isu yang mengemuka dari laporan itu mencakup kondisi fisik pasar, tarif sewa petak, dan tekanan usaha yang dirasakan pedagang pakaian.
DPRD Manggarai Barat menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke pembahasan bersama pemerintah kabupaten. Fokus pembicaraan disebut mencakup rehabilitasi fasilitas, kenyamanan pengguna pasar, serta tata kelola sewa yang berkaitan dengan pendapatan daerah.
Sumber
Berita berikutnya

DPRD Manggarai Barat Desak Penanganan Penyakit Pisang Marmi dan Kepok
DPRD Manggarai Barat mendorong pemerintah kabupaten menangani penyakit yang menyerang pisang marmi dan kepok di sejumlah kecamatan.
Baca juga




