BMKG Prakirakan Gelombang Komodo Hingga 1,9 Meter
BMKG memprakirakan gelombang laut kategori sedang di perairan Taman Nasional Komodo dengan ketinggian hingga sekitar 1,9 meter pada 15–18 September 2026.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang laut kategori sedang di perairan Taman Nasional Komodo dengan ketinggian hingga sekitar 1,9 meter pada periode 15–18 September 2026.
Menurut laman resmi prakiraan cuaca maritim BMKG untuk perairan Taman Nasional Komodo, periode prakiraan berlaku mulai 15 September 2026 pukul 00.00 WITA sampai 18 September 2026 pukul 00.00 WITA.
Pada Selasa, 15 September 2026 pukul 00.00 WITA, BMKG mencatat kondisi cuaca cerah berawan dengan suhu udara 26 derajat Celsius dan kelembapan 78 persen.
BMKG memprakirakan angin bertiup dari timur dengan kecepatan sekitar 12 knot dan hembusan hingga 19 knot.
Tinggi gelombang pada awal periode berada di kisaran sekitar 1,7 meter dengan kategori sedang dan arus laut mengarah ke barat daya dengan kecepatan sekitar 1,6 knot.
Gelombang Sedang dan Angin Kencang
Dalam penjelasan BMKG, terdapat potensi gelombang sedang dengan ketinggian hingga sekitar 1,9 meter di perairan Taman Nasional Komodo selama periode prakiraan tersebut.
BMKG meminta pengguna jasa kelautan mewaspadai perubahan kondisi laut dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.
Wisatawan, nelayan, dan operator kapal diminta menjadikan informasi prakiraan maritim ini sebagai pertimbangan dalam merencanakan pelayaran menuju dan di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo.
BMKG juga menyampaikan bahwa kecepatan angin dapat berubah sepanjang hari dan berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di wilayah perairan yang terdampak.
Perhatian untuk Pelayaran Wisata
Informasi prakiraan BMKG tersebut bersamaan dengan sejumlah peringatan yang dikeluarkan terkait gelombang sedang hingga tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur.
Media nasional memberitakan bahwa Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo sebelumnya menutup sementara akses pelayaran wisata menuju Pulau Komodo, Pulau Padar, dan kawasan Taman Nasional Komodo pada pertengahan September 2026 sebagai langkah kewaspadaan atas gelombang laut dan angin kencang, dengan rujukan pada peringatan dini BMKG.
Menurut pemberitaan tersebut, data BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang menunjukkan tinggi gelombang signifikan di sekitar Taman Nasional Komodo dapat mendekati 1,9 meter dengan kecepatan angin berkisar belasan knot dan hembusan yang lebih kencang.
Dalam kondisi demikian, otoritas pelabuhan meminta operator kapal dan wisatawan tidak memaksakan perjalanan laut sebelum kondisi dinyatakan aman.
Imbauan Kewaspadaan
BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca maritim merupakan panduan awal bagi pengguna laut dan dapat diperbarui sesuai perkembangan.
Pengguna jasa pelayaran di sekitar Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo diimbau memantau pembaruan resmi dari BMKG dan otoritas pelabuhan sebelum keberangkatan.
Informasi prakiraan gelombang dan angin yang diumumkan BMKG sejak 15 September 2026 ini menjadi salah satu dasar kewaspadaan bagi kegiatan pelayaran wisata, penangkapan ikan, maupun aktivitas kapal lainnya di perairan Taman Nasional Komodo.
Sumber
Berita berikutnya
Air Panas So’a Ngada, Tarif Domestik Rp10.000 dan Buka 08.00–18.00 WITA
Pemandian Air Panas So’a di Desa Mengeruda, Ngada, menawarkan kolam air hangat di tengah pepohonan. Tarif masuk wisatawan domestik Rp10.000 dan mancan…
Baca juga




