Diaz Hendropriyono Soroti Pengelolaan Limbah di SPPG Gorontalo Labuan Bajo
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menyebut SPPG Gorontalo di Labuan Bajo sebagai contoh pemanfaatan sisa makanan dan minyak jelantah dalam prinsip ekonomi sirkular untuk program Makan Bergizi Gratis, sehingga mengurangi…
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· Peristiwa: · 3 menit baca
Labuan Bajo — Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menyoroti pengelolaan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gorontalo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai contoh penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam sebuah sesi diskusi publik tentang ekonomi sirkular pada awal Agustus 2026, Diaz menyebut SPPG Gorontalo di Labuan Bajo sebagai lokasi yang mampu mengelola sampah makanan dan minyak jelantah dengan memanfaatkan kondisi setempat, termasuk keberadaan peternakan yang dapat menyerap sisa makanan sebagai pakan ternak.
Menurut pemaparan Diaz, di SPPG tersebut sisa makanan tidak langsung menjadi beban tempat pemrosesan akhir, melainkan dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi volume sampah yang harus diangkut oleh pemerintah daerah.
Pengelolaan limbah di SPPG Gorontalo
Pernyataan Diaz sejalan dengan penjelasan Kementerian Lingkungan Hidup yang menegaskan komitmen pendampingan SPPG dalam program MBG agar produksi makanan, pengelolaan limbah makanan, minyak jelantah, dan air limbah mengikuti prinsip lingkar tertutup.
Dalam penjelasan tersebut, praktik di Labuan Bajo dan Gorontalo disebut sebagai contoh sederhana: sisa makanan dialihkan menjadi pakan ternak dan minyak jelantah dikumpulkan untuk didaur ulang, bukan dibuang ke saluran air. Pola ini dinilai dapat direplikasi tanpa membutuhkan investasi besar.
Diaz menyatakan bahwa praktik serupa didorong untuk diterapkan di SPPG lain agar pengelolaan limbah makanan tidak menambah beban fasilitas pembuangan akhir dan tetap sejalan dengan target pengurangan sampah nasional.
Peran TPA Warloka dan pemerintah daerah
Di Labuan Bajo, pengelolaan sampah kota terpusat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Warloka. Dokumen teknis pengelolaan limbah dan keterangan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertanahan Manggarai Barat menyebut TPA ini sebagai lokasi penampungan sampah anorganik yang diangkut dari berbagai titik kota.
TPA Warloka direncanakan menampung puluhan meter kubik sampah per hari dengan sistem timbunan terpadat, sementara timbulan sampah kota Labuan Bajo mencapai lebih dari seratus ton per hari. Pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa tempat penampungan sementara, fasilitas pengolahan, dan alat berat untuk menunjang pengangkutan sampah menuju TPA.
Dalam konteks tersebut, pemilahan dan pemanfaatan limbah organik di dapur MBG, seperti yang dicontohkan di SPPG Gorontalo, menjadi salah satu cara mengurangi beban TPA Warloka. Semakin banyak sisa makanan yang terserap sebagai pakan ternak atau diolah kembali, semakin kecil volume sampah yang harus diangkut dan ditimbun.
Kapasitas dan keberlanjutan praktik
Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan siap mendampingi operasional SPPG agar sistem pengelolaan limbah makanan dan air limbah memenuhi standar lingkungan, antara lain melalui penyediaan komposter, pemantauan instalasi pengolahan air limbah, serta pengujian berkala baku mutu.
Diaz menegaskan bahwa setiap kunjungan kerja ke daerah digunakan untuk meninjau langsung dapur MBG dan sistem pengelolaan limbahnya, termasuk di Labuan Bajo. Ia mendorong agar pengelola SPPG terus memperkuat praktik pemilahan dan pemanfaatan limbah organik, serta memastikan minyak jelantah terkumpul untuk didaur ulang.
Sejauh ini, sumber resmi belum merinci secara terbuka berat limbah organik dan anorganik yang dihasilkan SPPG Gorontalo per hari maupun jumlah porsi makanan yang diproduksi di Labuan Bajo. Namun, pemerintah pusat dan daerah sepakat bahwa pemilahan dan pemanfaatan kembali limbah makanan menjadi bagian penting dari pengendalian sampah kota dan pelaksanaan program MBG.
Sumber
- Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup – Wamen LH: KLH/BPLH Berkomitmen Dampingi Program MBG Terapkan Prinsip Sirkularitas
- Sirkularium – Dapur Makan Bergizi Gratis dirancang masuk ke ekonomi sirkular
- Labuan Bajo Today – Pantai Gorontalo Dipenuhi Sampah, Pemda Kerahkan Alat Berat
- Wae Cicu – Dokumen teknis pengelolaan limbah padat Labuan Bajo (PDF)
Berita berikutnya

KSOP Labuan Bajo Periksa Kesiapan Kapal Wisata dan Sosialisasikan Keselamatan
KSOP Kelas III Labuan Bajo memeriksa kesiapan kapal wisata dan menyosialisasikan keselamatan pelayaran di perairan Manggarai Barat. KLM Ratana disebut…
Baca juga




