BMKG Prakirakan Gelombang Sedang di Perairan Komodo
BMKG memprakirakan gelombang sedang di Perairan Taman Nasional Komodo pada 30 September hingga 1 Oktober 2026. Angin diperkirakan 8–25 knot.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Komodo — Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berlaku hingga 1 Oktober 2026 mencantumkan Perairan Taman Nasional Komodo sebagai wilayah yang berpotensi mengalami gelombang sedang. Perkiraan tersebut berlaku pada 30 September hingga 1 Oktober 2026.
Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang menyebut gelombang sedang berada pada kisaran lebih dari 1,25 hingga 2,5 meter. Pada periode yang sama, gelombang kategori tinggi tidak diprakirakan terjadi.
Keselamatan pelayaran di perairan Komodo perlu diperhitungkan
Perubahan kondisi laut penting bagi operator kapal wisata, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut yang berangkat dari kawasan Labuan Bajo maupun titik-titik lain menuju Taman Nasional Komodo. Ketinggian gelombang dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu berukuran kecil.
Pola angin di wilayah Nusa Tenggara Timur umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 8–25 knot. Karena itu, pengguna laut diminta memperhatikan perkembangan cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.
Prakiraan yang lebih awal juga mencantumkan Perairan Taman Nasional Komodo dalam wilayah gelombang sedang pada 28–29 September dan 29–30 September 2026. Rangkaian informasi itu menunjukkan bahwa kondisi laut di sekitar kawasan konservasi perlu dipantau selama masa prakiraan.
Operator dan pengguna jasa laut dapat menjadikan pembaruan BMKG sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan waktu keberangkatan dan rute pelayaran. Informasi yang dipakai harus disesuaikan dengan masa berlaku prakiraan terbaru.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Apakah Komodo Beracun? Ini Penjelasan tentang Bisa dan Gigitannya
Komodo bukan hewan beracun dalam arti membahayakan jika dimakan, melainkan reptil berbisa. Penelitian 2009 menemukan kelenjar bisa yang memperparah lu…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga



