Kabar Labuan Bajo

Rabu, 30 September 2026

Mengapa 500.008 Wisatawan Labuan Bajo Tak Setara dengan PAD Daerah?

Sebanyak 500.008 wisatawan datang ke Labuan Bajo pada 2025, tetapi PAD dari retribusi wisata hanya Rp2.330.510.000. Perbedaan kewenangan pengelola menjelaskan jaraknya.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Pariwisata Labuan Bajo belum otomatis menjadi penerimaan daerah yang sebanding dengan jumlah kunjungan. Pada 2025, tercatat 500.008 wisatawan, tetapi hanya 67.986 kunjungan yang dipungut retribusi oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat; sebagian besar kunjungan berada di Taman Nasional Komodo.

Mengapa jumlah wisatawan tidak sama dengan penerimaan daerah?

Perbedaan itu terjadi karena tidak semua destinasi dikelola pemerintah kabupaten. Menurut Detik, 432.022 wisatawan mengunjungi Taman Nasional Komodo pada 2025, sedangkan 67.986 kunjungan tercatat pada objek wisata yang retribusinya dipungut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Detik melaporkan Pendapatan Asli Daerah dari kunjungan wisata pada 2025 sebesar Rp2.330.510.000. Angka ini menunjukkan penerimaan yang masuk melalui mekanisme retribusi daerah, bukan seluruh nilai ekonomi yang berputar dari belanja wisatawan.

Berapa besar porsi kunjungan ke TN Komodo?

Kunjungan ke Taman Nasional Komodo mencapai 432.022 orang pada 2025, menurut laporan Detik yang mengutip data pemerintah daerah. Jumlah tersebut lebih besar daripada kunjungan pada objek wisata yang dikelola pemerintah kabupaten.

RRI juga melaporkan angka 500.008 wisatawan pada 2025 dan 432.022 pengunjung TN Komodo. RRI menyebut destinasi yang dikelola Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mencatat 67.986 kunjungan.

Apakah semua pendapatan dari TN Komodo masuk ke kas daerah?

Tidak. Menurut Detik, penerimaan tiket TN Komodo mencapai lebih dari Rp100 miliar, sedangkan pemungutan tiket itu dilakukan Balai Taman Nasional Komodo. Laporan tersebut membedakan penerimaan pengelolaan taman nasional dari PAD Kabupaten Manggarai Barat.

Karena itu, jumlah kunjungan dan PAD mengukur dua hal berbeda: yang pertama menghitung arus wisatawan, sedangkan yang kedua mencatat penerimaan berdasarkan kewenangan pemungutan pemerintah daerah.

Bagaimana posisi angka 2025 dibanding tahun sebelumnya?

Jumlah kunjungan Labuan Bajo pada 2024 tercatat 411.349 orang dan meningkat menjadi 500.008 wisatawan pada 2025, menurut Detik. RRI juga mencatat perbandingan yang sama berdasarkan data Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat.

Data BPS Kabupaten Manggarai Barat menyediakan publikasi tahunan dan tabel statistik pariwisata untuk membaca aktivitas pengunjung, industri pariwisata, infrastruktur, serta ketenagakerjaan. Namun angka kunjungan tidak dapat diperlakukan sebagai ukuran tunggal dampak ekonomi tanpa membedakan pengelola destinasi dan jenis penerimaannya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.