BMKG Peringatkan Gelombang hingga 2,5 Meter di Komodo
BMKG memperingatkan gelombang 1,25 hingga 2,5 meter di Perairan Taman Nasional Komodo hingga Senin, 5 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA. Kondisi ini berisiko bagi pelayaran.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Labuan Bajo — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur, termasuk Perairan Taman Nasional Komodo. Prakiraan berlaku mulai Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA hingga Senin, 5 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA.
Informasi tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Maritim Tenau Kupang, Otniel Tino Jawa Nduruk. Pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi gelombang itu berisiko bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.
Gelombang Komodo berisiko bagi pelayaran
Perairan Taman Nasional Komodo tercantum bersama sejumlah wilayah lain yang perlu diwaspadai, yakni Selat Cape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sabu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu Raijua, perairan utara Kupang-Rote, dan perairan selatan Timor-Rote.
BMKG juga memprakirakan cuaca perairan Nusa Tenggara Timur secara umum cerah hingga berawan. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 12 hingga 50 kilometer per jam.
Risiko yang disebutkan BMKG berkaitan langsung dengan aktivitas perahu nelayan dan kapal tongkang. Karena masa berlaku prakiraan berakhir pada Senin, 5 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA, pelaku pelayaran di sekitar Taman Nasional Komodo perlu mencermati informasi cuaca maritim selama periode tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata & TN Komodo
Nama ilmiah komodo: Varanus komodoensis dan arti sebutannya
Nama ilmiah komodo adalah Varanus komodoensis. Istilah ini dipakai dalam sumber pemerintah dan pendidikan untuk menyebut biawak komodo, satwa endemik…
Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

Berita utama hari ini

Baca juga





