BPOLBF Bahas Kuota Komodo dan Infrastruktur Bahari di Labuan Bajo
BPOLBF dan Kementerian Pariwisata berdialog dengan pelaku wisata Live on Board di Pantai Pede, Labuan Bajo, pada 1 Oktober 2026. Kuota TN Komodo dan fasilitas bahari menjadi bahasan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Kementerian Pariwisata berdialog dengan pelaku wisata Live on Board (LoB) di Carpenter Cafe, Pantai Pede, Labuan Bajo, Kamis, 1 Oktober 2026. Pertemuan ini secara khusus membahas kejelasan kuota kunjungan Taman Nasional Komodo serta area dan infrastruktur pendukung aktivitas diving dan snorkeling.
Forum tersebut juga dihadiri Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat. Perwakilan pelaku dan asosiasi yang hadir antara lain Jaringan Kapal Rekreasi (JANGKAR), Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (GAHAWISRI), Dive Operators Collaboration Komodo (DOCK), serta Asosiasi Kapal Wisata (ASKAWI).
Kejelasan kuota penting bagi pelaku wisata Labuan Bajo
Bagi operator wisata bahari dan pelaku usaha di Labuan Bajo, kepastian kuota membantu menyusun perjalanan, mengatur pemesanan, dan memberi informasi yang jelas kepada wisatawan. Penentuan area diving dan snorkeling beserta kelengkapan infrastrukturnya juga berkaitan langsung dengan keselamatan, kelancaran kegiatan, dan pengelolaan ruang wisata di kawasan Taman Nasional Komodo.
Dalam dialog itu, peserta menyampaikan sejumlah persoalan penyelenggaraan wisata LoB. Pembahasan mencakup pemahaman bahwa LoB merupakan jenis paket atau bentuk perjalanan wisata, bukan jenis kapal. Aspek lain yang dibicarakan ialah perpajakan dan pengelolaan sampah.
Pertemuan di Pantai Pede menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan pelaku pariwisata untuk membahas kebutuhan operasional wisata bahari Labuan Bajo. Laporan yang tersedia menyebutkan isu kuota kunjungan TN Komodo, kejelasan jumlah kuota, area khusus diving dan snorkeling, serta infrastruktur pendukung sebagai bagian dari pokok diskusi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
BMKG Prakirakan Gelombang Sedang di Perairan Komodo
BMKG memprakirakan gelombang sedang di Perairan Taman Nasional Komodo pada 30 September hingga 1 Oktober 2026. Angin diperkirakan 8–25 knot.
Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga





