Kabar Labuan Bajo

Sabtu, 3 Oktober 2026

BPOLBF Bahas Kuota Komodo dan Infrastruktur Bahari di Labuan Bajo

BPOLBF dan Kementerian Pariwisata berdialog dengan pelaku wisata Live on Board di Pantai Pede, Labuan Bajo, pada 1 Oktober 2026. Kuota TN Komodo dan fasilitas bahari menjadi bahasan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan Labuan Bajo, Flores.
Ilustrasi: Pemandangan Labuan Bajo, Flores. · Foto: Jorge Láscar from Melbourne, Australia / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Labuan Bajo — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Kementerian Pariwisata berdialog dengan pelaku wisata Live on Board (LoB) di Carpenter Cafe, Pantai Pede, Labuan Bajo, Kamis, 1 Oktober 2026. Pertemuan ini secara khusus membahas kejelasan kuota kunjungan Taman Nasional Komodo serta area dan infrastruktur pendukung aktivitas diving dan snorkeling.

Forum tersebut juga dihadiri Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat. Perwakilan pelaku dan asosiasi yang hadir antara lain Jaringan Kapal Rekreasi (JANGKAR), Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (GAHAWISRI), Dive Operators Collaboration Komodo (DOCK), serta Asosiasi Kapal Wisata (ASKAWI).

Kejelasan kuota penting bagi pelaku wisata Labuan Bajo

Bagi operator wisata bahari dan pelaku usaha di Labuan Bajo, kepastian kuota membantu menyusun perjalanan, mengatur pemesanan, dan memberi informasi yang jelas kepada wisatawan. Penentuan area diving dan snorkeling beserta kelengkapan infrastrukturnya juga berkaitan langsung dengan keselamatan, kelancaran kegiatan, dan pengelolaan ruang wisata di kawasan Taman Nasional Komodo.

Dalam dialog itu, peserta menyampaikan sejumlah persoalan penyelenggaraan wisata LoB. Pembahasan mencakup pemahaman bahwa LoB merupakan jenis paket atau bentuk perjalanan wisata, bukan jenis kapal. Aspek lain yang dibicarakan ialah perpajakan dan pengelolaan sampah.

Pertemuan di Pantai Pede menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan pelaku pariwisata untuk membahas kebutuhan operasional wisata bahari Labuan Bajo. Laporan yang tersedia menyebutkan isu kuota kunjungan TN Komodo, kejelasan jumlah kuota, area khusus diving dan snorkeling, serta infrastruktur pendukung sebagai bagian dari pokok diskusi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Pariwisata & TN Komodo

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.