Kabar Labuan Bajo

Jumat, 9 Oktober 2026

BGN Minta SPPG Utamakan Ikan Lokal Dalam Menu MBG

Pemkab Manggarai Barat mendorong SPPG mengutamakan pangan lokal, termasuk ikan, dalam menu MBG. Usulan ini disampaikan dalam peresmian SPPG di Pulau Mesa.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan ikan segar tertata di atas lapisan es di pasar.
Ilustrasi: Tumpukan ikan segar tertata di atas lapisan es di pasar. · Foto: Nothing Ahead / Pexels

Labuan Bajo — Pada 7 Oktober 2026, laporan RRI diperbarui dengan informasi bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan pangan lokal sebagai menu utama program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dorongan itu ditujukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

Usulan tersebut disampaikan dalam rangkaian peresmian SPPG Provinsi Wilayah Timur Indonesia di Pulau Mesa, Desa Pasir Putih, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Salvador Pinto, menyampaikan dorongan itu saat mewakili Bupati Manggarai Barat.

RRI melaporkan, pangan lokal yang dimaksud mencakup ikan serta hasil pertanian dan peternakan dari sentra produksi di Manggarai Barat. Ikan tuna disebut sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang dipasarkan hingga ke luar negeri. Pemanfaatan bahan pangan setempat diharapkan membantu pemenuhan gizi sekaligus memberi ruang ekonomi bagi nelayan, petani, dan peternak.

Sekretaris Utama BGN, Lili Khamiliyah, menanggapi dorongan tersebut dengan meminta seluruh SPPG di Manggarai Barat mengutamakan pangan lokal, termasuk ikan, sebagai menu utama. Ia juga menekankan kebersihan, mutu, dan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Pangan lokal menghubungkan menu MBG dengan ekonomi warga

Bagi pembaca di Labuan Bajo dan wilayah kepulauan Manggarai Barat, kebijakan menu ini berkaitan langsung dengan rantai pasok pangan. Bahan dari nelayan, petani, dan peternak setempat berpeluang masuk ke layanan MBG, tetapi penggunaannya tetap harus memenuhi kebutuhan gizi serta standar keamanan makanan.

Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, juga meminta pelaksanaan MBG memperhatikan kearifan lokal dan memberi porsi lebih besar bagi pangan yang dihasilkan masyarakat setempat. Pengawasan, menurut laporan tersebut, perlu melibatkan lintas sektor, termasuk Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui Rumah Potong Hewan serta Dinas Kesehatan.

Rangkaian peresmian SPPG berlangsung di Pulau Mesa, Desa Pasir Putih. Laporan lain dari RRI menyebut lokasi itu berada di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, dan layanan SPPG ditujukan kepada penerima manfaat program MBG. Pengutamaan pangan lokal menjadi bagian dari pembahasan pelaksanaan layanan tersebut.

Langkah berikutnya yang disebut dalam laporan adalah penerapan arahan BGN oleh SPPG di Manggarai Barat, dengan tetap menjaga kebersihan, mutu, kualitas, dan keamanan makanan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Manggarai Barat

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.