Kabar Labuan Bajo

Rabu, 7 Oktober 2026

Manggarai Barat Siapkan Intervensi Pasar untuk Jaga Pasokan Pangan

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat memperkuat pemantauan harga, stok, dan distribusi bahan pokok. Pasar murah disiapkan jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Banyak butir telur tersusun penuh di dalam keranjang anyaman bambu.
Ilustrasi: Banyak butir telur tersusun penuh di dalam keranjang anyaman bambu. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Labuan Bajo — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyiapkan intervensi pasar untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok pada 6 Oktober 2026. Langkah itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Barat, Adrianus Ojo.

Mengapa ini penting: Pemantauan pasar dan opsi pasar murah menjadi dasar pemerintah menjaga ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok bagi warga Manggarai Barat.

Menurut Adrianus dalam dialog bersama RRI Labuan Bajo pada 3 Oktober 2026, pemerintah memperkuat sistem peringatan dini dengan memantau harga, stok, dan kelancaran distribusi secara berkala. Pemantauan dilakukan antara lain di Pasar Lembor dan Pasar Batu Cermin.

Pemerintah akan menelusuri gangguan distribusi atau penurunan stok sejak dini. Jika kenaikan harga dipicu keterbatasan pasokan atau hambatan distribusi, pemerintah dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga ketersediaan bahan pokok.

Salah satu bentuk intervensi yang disiapkan adalah pasar murah apabila harga komoditas pangan meningkat secara tidak wajar. Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga memperkuat koordinasi dengan pemasok dari luar daerah serta Satgas Pangan.

Pemantauan harga dan stok

Informasi dari pasar dan pusat distribusi menjadi bahan pemerintah daerah untuk menentukan langkah pengendalian harga. Pemantauan itu ditujukan untuk mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali dan menjaga daya beli masyarakat.

InfoMabar, kanal informasi resmi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, melaporkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah memperkuat keterhubungan data produksi, ketersediaan, stok, arus pasokan, distribusi, logistik, dan harga pangan.

Dalam rapat TPID yang dilaporkan pada 4 Oktober 2026, pemerintah daerah menetapkan tindak lanjut berupa verifikasi harga dan pasokan cabai rawit merah, rekonsiliasi data beras dari produksi hingga pasar, serta pengumpulan data stok dan lama ketahanan stok.

Data pemerintah daerah menunjukkan koefisien variasi harga antarwaktu pada September 2026 sebesar 3,85 persen di Pasar Lembor dan 5,34 persen di Pasar Batu Cermin. Perbedaan harga antarwilayah kedua pasar tercatat 9,12 persen.

Komoditas yang menjadi perhatian dalam rapat itu antara lain cabai rawit merah, ikan teri, pepaya, cabai merah keriting, cabai merah besar, dan ikan cakalang. Pemerintah akan menelusuri produksi, stok, asal pasokan, mutu, biaya logistik, serta rantai distribusinya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Manggarai Barat

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.